Ratusan Warga Desa Hu’u Serang Desa Jala

199

Dipicu Kasus Pembacokan

DOMPU—Dipicu kasus pembacokan dengan korban Iwan Putra warga Desa Hu’u Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu, sabtu pagi sekitar pukul 09.30 wita, ratusan warga Hu’u menyerang warga di Desa Jala Kecamatan yang sama. Warga penyerang mempersenjatai diri dengan tombak, parang dan golok.

Untungnya tak terjadi bentrokan yang meluas karena warga Desa Jala tak meladeni serangan tersebut, tetapi sekitar 16 rumah milik warga Desa Jala dirusak. Tidak ada korban luka apalgi tewas dalam peristiwa tersebut.

Para penyerang menuntut aparat kepolisian segera menangkap pelaku pembacokan terhadap keluarga mereka. Usai beraksi mereka juga mendatangi kantor Polsek Hu’u menuntut para pelaku pembacokan untuk segera ditangkap dan diadili. Mereka sangat tidak terima warganya dibacok tanpa alasan yang jelas. ‘’Kami minta polisi segera menangkap pelaku pembacokan,’’ tandas Dedi salah seorang warga Hu’u dikantor Polsek Hu’u sabtu.

Informasi yang berhasil dikumpulkan, malam sebelumnya korban mendatangi Desa Jala untuk apel dikediaman pacarnya. Rupanya sejumlah pemuda tidak menyukai kehadiran itu dan berbuntut pada aksi pembacokan mengakibatkan terluka dan dirawat di puskesmas terdekat.

Atas persoalan tersebut Kepolisian memanggil perwakilan kedua belah pihak, tokoh masyarakat alim ulama disaksikan Camat Hu’u dikantor Polsek dan melakukan dialog dengan Kabag Ops Kompol Sajimin. Dikatakan Sajimin peristiwa penganiyaan itu terjadi di Desa Jala, sayangnya tidak tahu persis siapa pelakunya. ‘’Tetapi ada beberapa orang yang dicurigai,’’ kata Sajimin dihadapan warga dua desa tersebut.

Atas kecurigaan itu pihak Kepolisian mengamankan tiga orang yang diduga sebagai pelaku, yakni Lahi 23 tahun, Bake dan Saddam. Mereka kini tengah dilakukan pemeriksaan yang intensif untuk mendalami keterlibatan mereka dalam kasus penganiayaan tersebut.

Sajimin berharap agar masyarakat mempercayakan proses hukum kepada aparat kepolisian dan tidak melakukan main hakim sendiri. Pihak kepolisian dikatakanya tetap bertindak profesional dalam menangani kasus yang terjadi dan akan melakukan penegakan hukum kepada siapa saja yang melanggar aturan.

Setelah mendengarkan penjelasan Kabag Ops, warga dua desa akhirnya membubarkan diri dan kembali kerumah masing-masing. Untuk menghindari kejadian susulan Polres Dompu telah menempatkan satu pleton Brimob dan Dalmas didua desa tersebut.

Pasca kejadian tersebut kondisi kedua desa sudah kembali normal, warga telah melakukan aktifitas seperti biasa. Tetapi salah seorang ibu rumah tangga Misnah warga Desa Jala mengaku masih trauma atas kejadian tersebut. ‘’Semoga tidak terulang lagi,’’ harapnya.

Komentar