Warga Desa Bara Nekad Jarah Truk Pupuk

145

 

 

DOMPU–Kesulitan warga memperoleh pupuk Urea bersubsidi kini berdampak pada aksi penjarahan. Ratusan warga di Desa Bara,,Kecamatan Woja nekad melakukan penghadangan terhadap empat unit truk pengangkut pupuk.

 

Penghadangan truk pengangkut puluhan ton pupuk Urea bersubsidi tersebut terjadi di ruas jalan lintas Sumbawa, tepatnya di depan kantor Desa Bara, sekitar pukul 15.00 Wita, Jumat (17/11) sore tadi.

 

Warga mengarak dua truk masuk ke gang menuju lapangan bola setempat. Tanpa komando warga langsung melancarkan aksinya. Personil Brimob dan Babinsa tampak tak kuasa menghalau warga. Letupan senjata api yang dilepaskan petugas ke udara sebagai peringatan tidak dihiraukan bahkan warga terlihat makin nekad menjarah pupuk di atas truk.

 

Suasana riuh semakin terdengar manakala segerombolan ibu-ibu terlihat aktif dalam aksi massa tersebut. Sesekali terdengar lontaran kalimat yang menggambarkan tentang kesulitan warga dan petani untuk mendapatkan pupuk Urea bersubsidi. “Percuma kami dekat dengan gudang pupuk. Malah kami tidak dapat apa-apa,” gerutu sejumlah warga.

 

Meski melakukan penjarahan, namun sejumlah warga mengaku akan bertanggung jawab dan siap membayar ganti rugi atas harga pupuk tersebut. Tentu dengan harga yang sesuai dengan ketetapan pemerintah yakni berdasarkan Harga Eceran Tertinggi (HET).

 

Danki Brimob, Iptu Sudirman terpaksa turun tangan menenangkan warga. Beruntung warga pun menghentikan aksi nekadnya. Dan dua unit truk lainnya akhirnya berhasil diamankan petugas untuk dilanjutkan pendistribusiannya ke daerah tujuannya. “Silahkan dipertanggung jawabkan dengan pihak distributor. Kami sudah berupaya maksimal, tapi warga tidak hiraukan,” kata Danki dihadapan Kades Bara bersama sejumlah warganya.

 

Informasi yang diendus media ini, pupuk tersebut sedianya akan di diatrubusikan ke wilayah Kecamatan Manggelewa sesuai dengan jatah yang telah ditentukan. (DB02)

Komentar