Pembunuhan Sadis di Kandang Ayam Bara, Ternyata Karena Uang Rp 150 Ribu

3547

DOMPU-Masih ingat pembunuhan sadis dikandang ayam Desa Bara Kecamatan Woja Dompu NTB pada Februari lalu yang dituding mencuri ayam. Ternyata motifnya hanya karena uang Rp 150 ribu hingga membunuh dua korban dan memutilasi menjadi potongan mayat.

Hasil rekonstruksi yang diperagakan enam tersangka pelaku Rabu sore, 9 Mei 2018 memperagakan tersangka tega menghabisi nyawa dua korban Taufan 25 tahun dan Imran 15 tahun warga Desa Nowa Kecamatan Woja hanya karena masalah uang Rp 150 ribu, bukan karena mencuri ayam. Rekonstruksi itu dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Daniel P.Simangunsong dan sejumlah JPU.

Dari kronologis kejadian antara para tersangka dan korban adalah temanan, sebab dua bulan sebelum kejadian mereka sempat patungan mengumpulkan uang Rp 150 ribu untuk membeli minuman keras.

Tapi uang hasil patungan itu dibawa kabur korban Taufan hingga diklarifikasi dua bulan kemudian. Dua korban Taufan dan Imran saat itu sedang berada di kampung Amalahabe dan ditugaskan salah seorang tersangka Her, untuk menjemput dengan alasan makan ayam dikandang.

Tanpa curiga dua korban mengikuti ajakan tersangka. Ternyata dikandang ayam telah menunggu lima tersangka lainya. Setelah duduk dan ngobrol lama tersangka inisial Ami mengungkit uang patungan Rp 150 ribu dua bulan lalu.

”Mana uang hasil patungan kita dulu,” tanya tersangka Ami. Lalu dijawab dengan ketus oleh korban Taufan. ”Ada uang simpanan bapakmu,” jawab Taufan.

Mendengar jawaban itu tersangka Ami naik pitam dan memukul korban. Korban tak terima dan melakukan perlawanan, tersangka semakin emosi danmencabut parang yang diselipkan dipinggang dan langsung membacok korban dibagian kaki.

Korban berusaha menyelamatkan diri dan berlari namun terjatuh saat itulah pelaku kembali membacok hingga telungkup. Saat korban tak berdaya datang tersangka lain Syaf, Her, Rian, membacok tangan hingga dan menggorok leher korban hingga nyaris putus. Setelah itu dibiarkan.

Sementara korban Imran 15 tahun yang tidak tahu menahu juga dibunuh oleh dua tersangka lain Ir dan Sup. Padahal korban ini hanya ikut Taufan tidak tahu menahu soal uang patungan yang pernah dikumpulkan.

Saat korban Imran melihat korban Taufan dibacok oleh tersangka Imran berusaha melarikan diri, tetapi dikejar oleh dua tersangka dibacok dan digorok lehernya.

Setelah dua korban dipastikan tewas para tersangka menyembunyikan dua mayat dibalik rimbunan pohon pisang hingga pagi hari dan selanjutnya dibuang kesaluran irigasi.

Kasus pembunuhan dua maya dikandang ayam ini sempat heboh karena ditemukan disaluran irigasi sudah membusuk dan terpotong-potong. Kapolda NTB Brigjen Frly sampai turun ke Kabupaten Dompu untuk menenangkan keluarga korban.

Rekonstruksi ini terdiri dari 120 adegan dan berlangsung hingga tiga jam  di halaman Polres Dompu tanpa dihadiri satupun keluarga korban.(yus)

Komentar