Gara-Gara Orgen Tunggal, Satu Nyawa Melayang Lagi

314

DOMPU-Orgen tunggal yang digelar di Dusun Madawa Kecamatan Hu’u Dompu kembali memakan korban. Satu nyawa melayang akibat keributan pada selasa dinihari sekitar pukul 02.00 wita didusun terkait. Korbanya adalah Taufik Ihram 19 tahun warga Dusun Marada Desa Marada Hu’u.

Selain menyebabkan korban meninggal, beberapa yang lainya mengalami luka yang cukup serius akibat sabetan senjata tajam. Informasi yang diterima senin malam digelar hiburan malam orgen tunggal didepan kediaman MM 37 tahun yang juga ketua BPD desa setempat.

Hiburan orgen tunggal berlangsung hingga larut malam, sementara disekitar area sejumlah anak muda menenggak minuman keras. Masuk pukul 02.00 wita dini hari MM berniat menghentikan kegiatan itu karena sudah ada potensi keonaran.

MM meraih microfon dan memberikan himbauan, tetapi korban rupanya tak terima, dia maju diarea orgen sambil menenteng parang dan miras. ‘’Hei…jangan banyak biacara kamu, biarkan orgen lanjut terus,’’ teriak korban.

MM menjawab pihaknya berhak memberikan himbauan bahkan menghentikan kegiatan orgen malam itu karena kegiatan orgen ada atas inisiatif mereka mengumpulkan uang. Cekcok mulutpun tak terhindarkan bahkan berlanjut adu bacok dengan parang.

Tidak hanya mereka berdua yang terlibat, rekan MM dan rekan korban juga terlibat mengadu kekuatan fisik dan parang. Akibatnya satu nyawa melayang tiga lainya mengalami luka yang serius.

Atas kejadian itu empat terduga pelaku sudah diamankan Polres Dompu untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Dompu AKBP Erwin Suwondo SIK Selasa 7 Agustus langsung terjun ke TKP melakukan pendekatan kepada keluarga korban dan tokoh masyarakat yang ada disana. Kapolres Dompu minta agar warga dapat menahan diri, tidak main hakim sendiri. ‘’Serahkan kasusnya pada Kepolisian untuk diusut tuntas,’’ pinta Kapolres di rumah duka.

Kapolres memastikan, siapapun yang terlibat dalam aksi penganiayaan hingga terbunuhnya korban akan diproses sesuai aturan yang berlaku.

Selain itu Kapolres juga memberikan santunan kepada keluarga korban serta turut berbela sungkawa atas kejadian tersebut.

Sementara orang tua korban Ihram, mengaku ikhlas atas kepergian anaknya tersebut. Namun demikian dia minta agar para pelaku dapat dihukum seberat-beratnya. (DB03)

Komentar