Anggota DPRD VS Aktifis Baku Hantam Diruang Tunggu Bupati Dompu

96

DOMPU—Anggota DPRD dari Fraksi Golkar Abdul Fakkah terlibat baku hantam dengan aktifis lingkungan Ir Syafi’i diruang tunggu Bupati pada senin siang 16/4. Akibatnya Syafi’i mengalami benjol dibagian dahi, sementara Fakkah tidak terlihat memar hanya dia terlihat gerah dan mengeluarkan keringat.

 

Tidak jelas apa penyebab insiden baku hantam itu, karena tiba-tiba saja terjadi keributan diruang tunggu Bupati chas HP berhamburan dilantai akibat lemparan dari Syafi’i. Keduanya berdalih bahwa lawanya lah yang salah. Tetapi setidaknya insiden itu sempat menggemparkan seisi kantor Bupati dan berdatangan disumber keributan, sementara Bupati Dompu sendiri Drs H Bambang M Yasin tidak terpengaruh dengan keributan itu dan tetap berada dalam ruanganya.

Menurut Fakkah ulah Syai’ilah yang melecehkanya sehingga memancing emosinya dan melakukan pemukulan. Saat itu cerita Fakkah dia tengah berdiri dilorong sempit bersama rekan-rekanya didepan diruang kerja Bupati untuk antri. Tiba-tiba Syafi’i nyelonong dan masuk paksa lewat jalan sempit itu, Fakkah kemudian meminta untuk berjalan disampingnya yang kondisinya lowong, tetapi Syafi’i malah melabrak dengan pernyataan-pernyataan yang melecehkan.

”Sumpah demi Allah saya minta secara baik-baik, tetapi justru dijawab yang bukan-bukan dan menyeret-nyeret nama lembaga,” cerita Fakkah. Fakkahpun seolah bertanya kepada dirinya sendiri apa kesalahan yang diperbuat sehingga dikatai yang kasar seperti itu. ”Saya jadi berpikir apa kesalahan saya sehingga didamprat seperti itu,” sambungnya.

Tetapi versi Syafi’i justru Fakkahlah yang kasar padanya, dia juga mengaku meminta jalan untuk lewat secara baik-baik tetapi berujung kepada pemukulan pada dirinya. Tetapi Syafi’i sendiri meminta agar insiden itu tidak dibesar-besarkan karena sudah diselesaikan secara damai. ”Kita sudah berdamai, tidak perlu ditulis karena tidak enak,” pinta Syafi’i.

Fakkah dan Syafi’i memang sudah berdamai usai bertemu dengan Bupati disambut Syafi’i diruang tunggu dan sama-sama menyatakan khilaf dan meminta maaf serta berpelukan. Tetapi beberapa saksi mata sangat menyayangkan insiden itu terjadi, mestinya kedua belah pihak harus dapat menahan diri dan tidak mempertontonkan cara-cara premanisme dihadapan publik.

Jion salah seorang yang ikut menyaksikan insiden itu menyatakan sebenarnya iitu tidak perlu terjadi, terlebih bagi anggota DPRD yang nota bene sebagai wakil rakyat. Malah didepan ketua DPRD Rafiuddin H Anas, Jion menyatakan kekecewaan atas prilaku anggota DPRD yang mempertontonkan kekerasan. ”Harusnya anggota DPRD memberi contoh yang baik,” tandasnya.

Sementara Ketua DPRD Rafiuddin belum mengetahui insiden itu terjadi, namun demikian pihaknya akan melakukan klarifikasi terhadap anggotanya terkait dengan insiden itu.

Sejumlah anggota DPRD rekan Abdul Fakkah mengaku kejadian diruang tunggu Bupati terjadi secara spontan dan tak terduga sebelumnya. Pemicunya menurut mereka karena ada pernyataan Syafi’i yang dianggap melecehkan dan memancing emosi Fakkah. ”Biasanya Fakkah selama ini tidak pernah terpancing, kepada anak kecil saja dia sangat sopan,” tutur beberapa rekan Fakkah yang juga ikut menyaksikan insiden itu.

Komentar