Pertarungan Koalisi DPRD Dompu Berakhir Draw

113

DOMPU—Pertarungan koalisi di DPRD Dompu, koalisi bersatu Vs koalisi bermoral dalam memperebutkan pimpinan alat kelengkapan dewan berakhir draw dengan posisi 2-2 pada paripurna DPRD rabu kemarin. Meski pertarungan sempat sengit bahkan harus berakhir sampai sekitar pukul 16.00 wita tetapi berjalan cukup damai yang ditandai saling peluk-pelukan antara anggota DPRD yang satu dengan yang lainya pada penghujung voting.

 

Ada lima pos jabatan pimpinan yang direbut dalam pertarungan itu, yakni tiga pimpinan komisi, pimpinan Badan Legislasi dan pimpinan Badan Kehormatan. Untuk diketahui dalam perebutan pimpinan alat kelengkapan, DPRD terpecah menjadi dua kubu kepentingan dimana masing-masing ingin menunjukan kekuatanya.

Untuk tiga pimpinan komisi, incumbent komisi I Sirajuddin SH dari koalisi bermoral ternyata masih terlalu tangguh untuk Arifuddin SH dari koalisi bersatu dengan posisi suara 5-2. Tetapi dikomisi II Ir Nursyamsu yang diusung oleh koalisi bersatu unggul dari figure Ilham Yahyu, S.Pd yang diusung oleh koalisi bermoral dengan posisi suara 6-3.

Sedangkan dikomisi III berlangsung draw antara incumbent H Ahmad MK,SH M Hum dari koalisi bermoral dengan Jauhar Arifin S.Sos dari koalisi bersatu dengan perolehan suara 5-5. Dibadan legislasi figure yang diusung oleh koalisi bermoral Kurnia Ramadhan SE unggul, sementara di badan kehormatan dewan unggul figure dari koalisi bersatu H Saidin.

Untuk pemilihan seluruh pimpinan alat kelengkapan dewan seluruhnya berakhir dengan voting, meski sebelumnya pimpinan paripurna Iwan Kurniawan SE menawarkan untuk ditempuh jalan musyawarah dan mufakat tetapi tak berhasil karena sama-sama ngotot untuk unjuk kekuatan.

Wakil ketua DPRD Dompu Iwan Kurniawan SE mengakui proses pengambilan keputusan melalui voting adalah dinamika yang berkembang dalam tubuh DPRD, menurutnya hal itu wajar karena anggota DPRD berasal dari belasan partai yang berbeda.

Iwan membantah kalau telah terjadi perpecahan dalam tubuh DPRD terkait dengan perebutan alat kelengkapan itu, tetapi yang terjadi sebenarnya adalah dinamika sebagai salah satu proses dalam pengambilan keputusan.

Anggota DPRD Dompu asal PKS Abdullah S Kel yang merupakan salah seorang inisiator terbentuknya koalisi bersatu mengakui kalau ditubuh DPRD telah terjadi dinamika yang luar biasa yang dipicu keinginan untuk meraih pimpinan alat kelengkapan DPRD. ‘’Tetapi semuanya telah berakhir dengan damai,’’ ujar Abdullah yang karena perbedaan pandangan harus hengkang dari fraksinya pindah kefraksi yang lain.

Menurut Abdullah dinamika yang telah terjadi adalah sebuah proses pembelajaran bagi seluruh anggota DPRD Dompu, bahwa untuk memenuhi keinginan itu berbagai usaha telah dilakukan, lobi-lobi antar anggota dewan bahkan melibatkan pimpinan partai sebagai penekan dilakukan. ‘’Tetapi kata kuncinya semua berakhir dengan indah,’’ papar Abdullah.

Tetapi dinamika yang berkembang ditubuh DPRD tak pelak mendapat cemoohan dari berbagai pihak, bahkan menurut salah seorang masasiswa Dompu yang kuliah di Makasar, Sudirman menyatakan apa yang dipertontonkan anggota DPRD adalah sebuah lelucon yang tidak lucu serta ambisius memenuhi sahwat politik tanpa memikirkan nasib rakyat yang diwakilinya. (db-01)

Komentar