Nenek Pikun Ditemukan Meninggal Digunung

220

DOMPU—Diduga mengalami penyakit ketuaan (Pikun), seorang nenek Kartini 72 tahun warga Kelurahan Karijawa Dompu ditemukan telah meninggal pada selasa 7/8 di sebuah gunung pinggiran desa Serakapi Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu. Kondisi saat ditemukan tubuh nenek sangat mengenaskan antara kepala dan badan nyaris putus, posisinya diatas bongkahan batu dan dibawah pohon. sementara aroma tidak sedap sangat menyengat, wajahnya tidak bisa dikenali lagi.

Mayat sang nenek pertama ditemukan oleh tiga orang warga Desa Serakapi, Ferando, Junaidin dan Muhammad. Menurut ketiganya saat itu sekitar pukul 10.00 wita, mereka ingin mencari kayu bakar dihutan, posisi mereka baru saja ingin mendaki hutan jati dengann jalan berpencar. Fernando sang penemu pertama mencurigai ada bau busuk, diapun mencari sumber bau busuk tersebut.

Dari kejauhan Fernando melihat sesosok mayat yang kondisi sudah sangat mengenaskan, keyakinanya setelah melihat kaki dan tangan yang masih utur. Seketika itu juga Fernando berteriak memanggal pamanya Muhammad dan Junaidin yang tak jauh dari lokasi itu.

Semula keduanya tidak percaya, bahkan Muhammad meminta ponakan agar dapat melihat dari dekat apakah mayat atau bangkai. ‘’Walau dari jauh saya yakin karena kaki dan tangan masih utuh,’’ ujar Fernando didampingi Muhammad dan Junaidin di Desa Serakapi kemarin. Muhammad pun mendatangi lokasi, ketiganya tidak berani mendekat karena aromanya sangat menyengat.

Untuk tidak membuang waktu mereka segera turun gunung dan melaporkan penemuan itu kepada Kades Serakapi untuk ditindak lanjuti. Atas penemuan itu warga Serakapi menjadi heboh dan berlari kelokasi nenek ditemukan, walau masih misteri sejumlah penduduk setempat sudah dapat memastikan bahwa mayat yang ditemukan adalah nenek yang sering dicari oleh keluarganya setelah seminggu lebih hilang dari rumah.

Hasil pantuan di TKP sejumlah warga baik dari Desa Serakapi, Kelurahan Karijawa dan Simpasai berdatangan untuk melihat dari dekat. Sayangnya karena kondisi medan yang menuju kesana cukup sulit maka sebahagianya hanya menunggu dari arah jalan. Mobil Patroli polisi, mobil BPBD dan mobil ambulance yang berusaha menerobos untuk bisa sampai ke TKP tidak berhasil sehingga menunggu kedatangan tim evakuasi secara manual.

Sementara Lurah Karijawa Sujono mengakui kalau mayat yang ditemukan adalah nenek yang sudah belasan hari dicari-cari oleh keluarga dan masyarakat, bahkan atas kehilangan nenek yang mengalami pikun itu telah diumumkan melalui radio dan pamphlet yang ditempatkan pada tempat umum, bakso, rumah makan dan fasilitas yang mudah dijangkau masyarakat. ‘’Tetapi hasilnya nihil sampai ditemukan oleh warga Serakapi,’’ cerita Sujono.

Dijelaskan juga bahwa memang telah beberapa kali nenek tersebut hilang dan jalan tak tentu arah, tetapi selalu dikembalikan orang yang menemukanya. Bahkan anggota DPRD Dompu Drs Syafar asal Desa Serakapi mengakui pernah mengembalikanya nenek tersebut ke kampong Sigi Kelurahan Karijawa atas arahan orang yang mengenalnya.Saat ditemukan nenek itu tengah berjalan sendiri dijalan yang jauh dari perkampungan.

Sementara sejumlah keluarganya mengaku cukup sedih dengan nasib nenek tersebut, Diakui pula memang telah beberapa kali menghilang dan selalu dikembalikan orang yang mengenalnya, namun terakhir dicari kemana-mana bahkan memakai jasa orang pintar juga tak berhasil. ‘’Tahu-tahu ada informasi ditemukan mayat nenek kami,’’ ujar salah seorang anggota keluarganya dirumah duka.

Keterangan Foto : Mobil Ambulance dan Mobil Patroli Polisi yang susah paya mengevakuasi mayat nenek karena medan yang berat

Komentar