Tokoh Serba Bisa Dompu Wafat

280

DOMPU—Siapa yang tidak kenal dengan H A Azis Saleh, beliau adalah tokoh serba bisa yang dimiliki daerah Dompu. Tokoh ini selasa dini hari sekitar 02.00 wita menghembuskan napasnya yang terakhir dikediamanya Kelurahan Potu Dompu karena menderita gagal ginjal.

Dengan keahlian yang dimilikinya H A Azis dikenal diseantero Dompu, diarena pacuan kuda dia adalah sosok yang menjadi tulang punggung bagi keberhasilan setiap kejuaraan. Begitu juga di ajang kompetisi sepak bola, beliau adalah salah satu wasit terbaik dan cukup disegani oleh club-club sepak bola didaerah. Belum lagi dipemerintahan, meskipun mengawali karir sebagai guru beliau sangat diperhitungkan.

Pada era PNS boleh menjadi politisi almarhum menjadi anggota DPRD fraksi golkar dua periode 19821987-1987-1989, saat pemilihan Bupati Dompu tahun 1989 tokoh ini menjadi korban politik incumben almarhum Drs H Yakub MT Kalah digantikan Drs H Umar Yusuf. Atas kekalahan itu dia direcal dari keanggotaan DPRD Dompu dan karirnya jadi guru dipindahkan ke Desa Sawing Kabupaten Lombok Timur hingga tahun 1996.

Reformasi tahun 1997-1998, beliau juga ikut bagian dan bergabung dalam tim delapan yang menggulirkan reformasi didaerah. Berbagai jabatan baik formal maunpun non formal dipegang oleh tokoh yang satu ini, karir disektor pendidikan menjadi kepala UPTD Dikpora Kecamatan Dompu, ketua PGRI Kabupaten Dompu, Ketua dewan pendidikan.

Diakhir hayatnya H A Azis Saleh menjabat sebagai Ketua KONI Dompu setelah ditinggal H Syaifurrahman Salman SE, menjadi wakil ketua MUI Dompu. Menurut istrinya Hj Nurrahmania sehari sebelum meninggal almarhum sempat meminta bantuan anaknya untuk menulis riwayat hidupnya termasuk sejumlah jabatan yang pernah diembanya. ‘’Tulis yang penting-penting saja, karena kalau ditulis semua buku itu pasti tidak muat,’’ cerita istrinya mengenang kisah terakhir dengan suaminya.

Bagi Hj Nurrahmania suaminya adalah sosok pekerja keras, karena itu tak heran kalau ada acara baik itu ditempat kerja lebih-lebih hajatan keluarga, tetangga maupun sahabat tidak akan pulang rumah sebelum semuanya tuntas. Untuk diketahui H A Azis Saleh adalah salah satu tokoh yang sangat disegani ketika menjadi juru pinang atau menerima pinang bila ada yang kawin.

Karena pada saat itu keluarga akan menunjukan kepiwaian untuk berpantun dan sulit dikalahkan. ‘’Beliau adalah jago pantun dan selalu dipakai keluarga untuk menjadi juru pinang atau menerima pinang,’’ ujar H Syamsuddin salah seorang kerabat dekatnya.

Bagi sebahagian orang H Azis Saleh adalah tokoh yang serba bisa, karena itu wafatnya tokoh yang satu ini mendapat perhatian luas dari masyarakat di Kabupaten Dompu. Ribuan pelayat berdatangan dirumah duka Kelurahan Potu sampai mengantarkan ketempat peristrihatanya yang terakhir dikuburan keluarga Kelurahan Dorotangga Dompu.

H A Azis Saleh wafat di umur 63 tahun, meninggalkan satu orang istri, lima orang anak dan enam orang cucu, SD dan SMP di Dompu melanjutkan ke Sekolah Menengah Oemum Atas (SMOA) Mataram. Almarhum juga pernah menjadi atlet nasional Anggar asal NTB, sedangkan dicabang sepak bola almarhum mengantongi sertifikat wasit nasional.

Komentar