Bupati Dima Wafat

149

BIMA–Inna Lillahi Wainna Ilaihirrajiun Bupati Bima H Ferry Zulkarnai, ST meninggal dunia pagi ini 26/12/2013 di RSUD Bima setelah menjalani perawatan karena sakit, almarhum meninggal ditahun ketiga periode kedua masa jabatan Bupati Bima.

Banyak yang tak percaya atas kepergian Bupati ini sebab tidak ada khabar beliau sakit apalagi masuk rumah sakit. ”Kayaknya beliau sehat-sehat saja, tapi coba saya cek dulu,” ujar beberapa teman yang dikenal akrab dekat Bupati yang dikonfrimasi pagi ini. Tetapi setelah dikonfirmasi kembali ternyata benar Bupati telah wafat.

Ferry Zulkarnain adalah kelahiran Jakarta 1 Oktober 1964 merupakan putera Sultan Abdul Kahir II dengan Hj. RM. Zubaidah. Ayah Ferry Zulkarnain adalah anak dari Raja Bima Sultan Muhammad Salahuddin sementara ibu yang bernama Hj. RM Zubaidah adalah putri asal kesultanan Sunda Jawa Barat.

Suami dari Indah Damayanti Putri merupakan putera daerah Bima pertama menjadi Bupati Bima dua periode berturut-turut sejak era reformasi. Cucu raja Bima Sultan Muhammad Salahuddin terpilih sebagai Bupati Bima sejak tahun 2005 hingga saat ini.

H. Ferry Zulkarnain yang menikahi gadis asal Dompu, Hj. Indah Damayanti Putri kini sudah dikarunia dua orang putera. Dalam karir politik ayah dari Muhammad Putra Ferryandi dan Muhammad Putra Pratama sebelum terpilih sebagai Bupati merupakan petinggi Partai Golongan Karya (GOLKAR) Kabupaten Bima.

Kemampuan manajemennya Ferry dipercayakan menjadi Wakil Ketua DPD Partai Golongan Karya Kabupaten Bima periode 1998-2003. Pada hari Kamis 4 Juli 2013 Ferry Zulkarnain dikukuhkan sebagai Raja Bima XVI. Ferry Zulkarnain dinobatkan sebagai Raja Bima XVI berdasarkan hasil keputusan rapat 4 Ncuhi yaitu Ncuhi Dara, Ncuhi Doro Wuni, Ncuhi Parewa dan Ncuhi Banggapupa. Pengukuhan yang berlangsung di ASI Bima NTB dihadiri keluarga kerjaaan nusantara dan dunia diantaranya dari Hawai Amerika Serikat.

Ferry Zulkarnain yang lebih dikenal dengan nama Dae Ferry saat ini bertempat tinggal di Jalan Sulawesi No. 5 Kelurahan Sarae Kecamatan Rasanae Kota Bima adalah Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah partai Golkar Kabupaten Bima periode 2003-2008 dan periode 2008-2013. Semasa kecil Ferry Zulkarnain menyelesaikan Sekolah Dasar tahun 1976 di SDN No 4 Mataram dan lulus sekolah menengah pertama tahun 1980 di SMP 49 Jakarta.

Pangeran mahkota keturuna raja Bima pertama Sultan Abdul Kahir I kemudian menyelesaikan sekolah menengah atas di SMA YAMMI Jakarta Utara tahun 1983. Darah kesultanan yang mengalir dalam diri alumni Universitas Al-Azhar Mataram tahun 2004 ini oleh sebagian masyarakat Bima masih dianggap memiliki keramat.

Pada kampanye pilkada periode 2010-2015 kerap dijumpai ada warga masyarakat yang sengaja menyedian khusus botol air tanggung untuk dicelupkan tangan Dae Ferry yang merupakan sapaan khas Ferry Zulkarnain. Air yang dicelupkan tangan Dae Ferry konon untuk disebarkan pada tanaman diladang atau sawah digarap yang bersangkutan.

Pada bulan Desember 2012 Ferry Zulkarnain yang pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Bima tahun 1999 hingga 2003 dikabarkan meninggal dunia. Isu yang sempat membuat masyarakat Bima resah ini sengaja disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab melalui pesan singkat (SMS) melalui HP.

Pada hal kakak dari anggota DPRD Kabupaten Bima periode 2009-2014, Ferdiansyah Fajar Islam, ST hanya pergi berobat menggunakan pesawat carteran ke RS. Sanglah Denpasar, Bali. H. Ferry Zulkarnain yang sewaktu calon Bupati Bima tahun 2010 diperkirakan memiliki kekayaan sebesar Rp. 5,5 milyar berobat ke Denpasar Bali atas rujukan poliklinik Kimia Farma Raba.

Akibat penyakit yang diderita Ferry tidak dapat ditangani oleh tim dokter Rumah Sakit Sanglah Bali pihak keluarga melanjutkan pengobatan ke RS Harapan Kita Jakarta hingga Januari 2013.

Beberapa hari sebelum kabar mengagetkan ini (pen) secara kebetulan melihat Dae Ferry menggunakan sepeda motor trial mendahui sepeda motor kami yang sedang melintas di jalan Doro Belo. Saat ini sekitar pukul 15.00 waktu setempat Dae Ferry mengenakan jaket warna coklat. Karena baru pertama kali melihat cara seorang bupati turun ke lapangan dengan cara ini saya langsung loncat dari motor dan memotertnya. Berdasarkan informasi dari salah seorang pengawalnya mengatakan saat itu Dae Ferry pulang dari Tente memberi bantuan. H. Ferry Zulkarnain yang mengalir darah kesultanan Gowa Sulawesi ini mendapat gelar “Sultan Jena Teke”. Sebelum terpilih sebagai Bupati Bima Ferry Zulkarnain pernah bertugas di DPRD Kota Bima.

Dan kemudian melanjutkan tugasnya sebagai wakil rakyat di DPRD Kota Bima tahun 2003 sampai 2005 akibat adanya pemekaran Kota Bima dari Kabupaten Bima.

Sumber profilnya http://www.ronamasa.com/2013/05/profil-ferry-zulkarnain-bupati-bima.html#sthash.QBpSdqCJ.dpuf

Komentar