Syahril Tewas Dihantam Gelombang Saat Memancing

0

DOMPU-Sebuah perahu rombongan pemancing asal Kelurahan Bali I Dompu dihantam badai dan gelombang pada pukul 03.00 minggu dini hari kemarin diperairan teluk Cempi Hu’u. Perahu yang ditumpangi enam pemancing itu tenggelam, mereka berusaha menyelematkan diri.

Sayangnya Syahril 30 tahun warga lingkungan Kampo Samporo Kelurahan Bali I tak kuasa melawan ganasnya ombak dan tewas, lima lainya berhasil menyelamatkan diri dan berenang sampai kepantai.

Informasi yang berhasil dihimpun rombongan pemancing itu berangkat sore hari sebelumnya dan mereka adalah kelompok pemancing mania yang sudah terbiasa dengan perairan itu.

Mereka yang selamat akhirnya menginformasikan kepada warga sekitar tentang musibah itu dan masih menyisakan satu teman mereka yang belum diketemukan. Atas informasi itu sejumlah wargapun berdatangan memberikan bantuan dengan melakukan pencarian.

Hasilnya sekitar pukul 09.00 wita korban Syahril ditemukan oleh penyelam bernama Jabar asal kampung Finis Desa Hu’u Kecamatan Hu’u. Abdul Jabar yang berhasil dikonfirmasi minggu kemarin, mengakui pihaknya yang pertama kali menemukan mayatnya.

Diceritakan pria yang berprofesi sebagai penyelam ini, setelah mendengar ada korban tenggelam tanpa diminta pihaknya langsung datang kelokasi. Dengan alat seadanya melakukan penyelaman. Hasilnya korban ditemukan dalam posisi telungkup dan diapit oleh batu karang. ”Posisinya telungkup saat ditemukan,” ujar Jabar sambil memperagakan posisi korban.

Jabar yang masih memakai kaca mata selam itu, mengaku dirinya bukan baru pertama kali menolong korban tenggelam. ”Sebagai penyelam kami merasa rerpanggil untuk membantu,” paparnya.

Diakui pula perairan disekitar Nanga Doro memiliki ombak yang sangat ganas. Jangankan ukuran perahu, kapal besarpun kalau salah-salah akan diterjang ombang yang terkenal sangat tersebut. Karena itu Jabar minta agar bagi pemancing yang berniat menyalurkan hobinya disekitar perairan itu supaya melengkapi dirii dengan peralatan. ”Karena kadang-kadang cuacanya tiba-tiba ekstrim,” tuturnya.

Sementara sejumlah nelayan disekitar perairan itu menduga kecelakaan yang terjadi akibat cuaca ektrim badai dan gelombang tiba-tiba datang. Pada saat yang sama pemancing salah berhitung dan berlayar terlalu kepinggir. ”Mungkin mereka terlalu kepinggir, karena semakin kepinggir, ombaknya sembakin ganas,” cerita nelayan.

Kasat Reskrim Polres Dompu AKP Herman SH membenarkan telah terjadinya kecelakaan laut di Teluk Cempi. Dari informasi sementara, korban bersama lima rekannya sedang memancing ikan di sekitar pantai Nanga Doro. Saat itu badai hujan datang seketika sehingga perahu yang ditumpangi mereka terbalik.

Korban berusaha meloloskan diri namun tidak berhasil karena besarnya golombang. Sedangkan lima rekannya berhasil meloloskan diri hingga ke tepi pantai. “Keenam korban yang selamat langsung melaporkan ke warga dan aparat kepolisian setempat,” terang Herman.

Setelah mendapat laporan, aparat Polsek Huu dan bersama warga sekitar melakukan pencarian terhadap korban dengan menggunakan rakit gabus. Alhasil sekitar pukul 09.00 wita korban berhasil ditemukan dan ditarik keluar. “Saat itu juga korban dilarikan ke RSUD untuk divisum. Dari hasil visum korban murni meninggal akibat kecelakaan laut,” pungkas Herman.

Komentar