WRI Mulai Jalankan Program

199

 

DOMPU-World Rilief Indonesia (WRI) pulau Sumbawa kini mulai menjalankan program pengurangan resiko bencana. Kali ini, program tersebut dicanangkan di 17 Desa di Kabupaten Dompu dan Bima.

Projek Oficer Worlld Relief Pulau Sumbawa Nursyamsiah SH mengatakan, program ini mulai dilaksanakan pada Minggu kedua Januari. Langkah awal yang dilakukan adalah meeting bersama dengan 5 Lembaga mitra.

Kemudian di minggu ke 4 Januari, akan mengadakan pertemuan dengan 15 orang dari Pemda dan 15 orang perwakilan penjaga sosial yang ada di dompu.

“Rencananya, pertemuan akan di adakan di ruang rapat Bupati Dompu,” kata Nursyamsiah pada Radar Dompu, kemarin.

Dalam pertemuan nanti, pihaknya menyampaikan bahwa program fase 2 akan dimulai. Dengan daerah program yang lebih luas, yaitu 17 desa di Dompu dan Bima.

“Kami juga membutuhkan penambahan mitra lokal yang di ajak kerjasama, serta penambahan jumlah staf lapangan,” ujarnya.

Setelah itu, lanjut dia pihaknya akan mengadakan pelatihan TOT PADR untuk calon mitra lokal baru. Dan pelatihan TOT untuk pemerintah tentang kesiap siagaan bencana berbasis masyarakat.

“Kemudian baru kami dan seluruh mitra lokal akan turun di 17 desa. Untuk pendampingan dan pemberdayaan kepada masyarakat,” jelas Mbak Nur sapaan Nursyamsiah.

Diakui, program fase ke 2 ini lebih luas dibanding pada fase pertama, yakni 10 desa. Untuk fase ke 2, desa yang dikunjungi baru terdaftar sebanyak 10 Desa. Yakni Desa Huu, Jambu, Jala, Riwo, Soro, Soro Barat, Kwangko, Mbawa dan Monggo.

“Untuk 7 desa lainya masih akan diseleksi lagi,” tambah dia.

Dia menjelaskan, secara umum tujuan dari implementasi program ini adalah membangun kerjasama dengan masyarakat, pemdes dan pemerintah daerah. Untuk mengidentifikasi dan menemukan rencana dalam mengurangi resiko dan kerentanan terjadinya bencana di desa.

“Kita mencari tahu apa saja persoalan di desa tersebut. Terutama kaitan dengan indeks resiko bencana ,” jelasnya.

Seperti pada program fase pertama jelas Nur, khusus di Desa Hu’u digelar kegiatan reboisasi dan penghijauan di sepanjang pantai. Membangun bak sampah di Desa Jala. Sosialisasi bahaya tramadol di Desa Jambu dan membuat bak air bersih di Desa Mbawa dan Jambu, Kecamatan Donggo. (jw)

Komentar