Kerja Yang Baik, Dukcapil Jadi Incaran Tim Saber Pungli

168

DOMPU–Pejabat dan aparatur pada Dinas Dukcapil Dompu diminta agar bekerja dengan profesional dan penuh tanggung jawab. Permintaan itu disampaikan Sekda Dompu H Agus Buhari,M.Si saat mengukuhkan 20 pejabat dukcapil rabu 1/3 kemarin.

”Hindari pungli dan jangan pilih kasih dalam melayani masyarakat. Jangan yang banyak uang didahulukan,” tandas Sekda.

Saat ini diakui Sekda Dukcapil tengah menjadi sorotan tim bahkan jadi incaran tim sapu bersih (Saber) pungli. Ini menandakan bahwa dinas tersebut terindikasi terjadinya aksi pungutan liar.

Yang terpenting lagi lanjut H Agus, dengan berlakunya UU cacatan sipil para pegawai harus benar-benar memahami. Salah satunya, terkait perkwinan. Perkawinan sah menurut agama ketika sudah ijab kabul. Sedangkan menurut negara perkawinan sah jika sudah melalui cacatan sipil.

Begitu pula perkawinan beda kewarganegaraan. Sebelum 17 tahun anak harus mengikuti kewargaan negara bapaknya. Jika kedua orangtuanya beda negara. Setelah 17 tahun, anak itu wajib memilih sendiri kewarganegaraan.

“Jangan sampai keliru. Karena belakangan ini tidak sedikit anak yang memiliki dua kewarganegaraan,” jelasnya.

Selain itu, H Agus juga menyoroti terkait kasus Sumiati, TKI dibawah umur asal Kecamatan Huu beberapa tahun silam. Dia dipersoalkan, karena diketahui umurnya masih 18 tahun. Padahal standar dalam UU menjadi TKI wajib diatas 22 tahun.

“Kasus ini memang terlihat sepele. Tapi karena kasus ini saya diperiksa lima Kombes. Dan sampai detik ini tak satupun pegawai Dukcapil yang mengaku berbuat,” tutupnya.

Komentar