Narkoba Marak, BNK Gelar Rehabilitasi Massal

167
Bupati Dompu saat kampanye anti narkoba pada pelajar

DOMPU–Maraknya kasus narkoba di wilayah Kabupaten Dompu saat ini, membuat pihak Badan Narkotika Kabupaten (BNK) harus memutar otak. Program rehabilitasi tehadap para pecandu narkoba pun kini aktif dilaksanakan.

 
Pemerintah melalui BNK kini tengah intens menggalakkan program kegiatan gerakan rehabilitasi terhadap para pecandu narkoba.

 
Belakangan progam pemerintah tersebut dikenal dengan gerakan rehabilitasi 100.000 pecandu narkoba. Dan ini berlaku secara nasional. “Program itu kini tengah kami galakkan,” ungkap, H Zulkifli Lubis S Sos, Sekretaris BNK Dompu, saat dikonfirmasi pada kegiatan kampanye edukasi tentang bahaya narkoba di gedung samakai, Rabu (26/07) pagi tadi.

 
BNK Dompu hingga saat ini telah melaksanakan tahap rehabilitasi sebanyak 1 persen. Proses rehabilitasi itu tidak hanya berlaku bagi pecandu yang telah menjalani proses hukum. Melainkan diterapkan pula kepada para tersangka atau pelaku kejahatan narkoba yang tengah menjalani proses hukum. “Rehabilitasi bisa rawat jalan dan rawat inap,” tuturnya.

 
Untuk rehabilitasi rawat jalan. Menurut Zulkifli pihaknya masih bisa melaksanakan di wilayah.Kabupaten Dompu, misalnya berobat ke rumah sakit terdekat. Sedangkan rawat inap, BNK harus merujuk ke luar daerah seperti ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Salagalas, Kota Mataram dan Lido, Bogor, Jawa Barat. “Biaya rehabilitasi ini gratis dan ditanggung pemerintah,” katanya, sembari mengaku di Dompu belum ada kasus rawat inap.

 
Menurutnya, maraknya persoalan narkoba yang ada ditengah kehidupan masyarakat saat ini, tidak terlepas dari lemahnya pengawasan dari komponen masyarakat itu sendiri.
Karena peran serta secara aktif dari berbagai lapisan masyarakat diyakini cukup ampuh dalam upaya penangulangan terhadap bahaya narkoba.

 

Apalagi kata Zulkifli peranan warga masyarakat dalam penanganan narkoba itu sudah secara tegas tertuang dalam Undang-Undang nomor 25 tahun 2009 narkotika. “Makanya saat ini BNK memfasilitasi pembentukan forum peduli anti narkoba di tiap desa dan kelurahan. Ya, harapan kita agar masyarak bisa ikut aktif melakukan pengawasan dan pencegahan,” pungkas Kabag Kesra, Setda Dompu itu.(DB02).

Komentar