Ijazah Terlambat Keluar, Diprotes Wali Murid

145

 

DOMPU–Sejumlah alumni SMU 1 Dompu tamatan angkatan 2017,  saat ini mengaku resah. Pasalnya, ijazah mereka kini belum diterbitkan pihak sekolah.

Sedianya ijazah tersebut bisa diambil para siswa pasca ujian akhir nasional Juni lalu. Faktanya, hingga kini, ijazah dimaksud belum juga diterima. Kondisi ini tentu saja menimbulkan kecemasan para siswa terutama bagi mereka yang akan melanhutkan study ke jenjang universitas.

Sejumlah orang tua dan wali murid juga dibuat pusing dengan kondisi ini. Beberapa orang mengaku harus bolak balik sekolah untuk sekedar menanyakan keberadaan ijazah anak-anaknya. “Kami tidak tahu alasannya. Harusnya ijazah itu sudah keluar sejak anak kami dinyatakan tamat sekolah,” tutur Zainal salah seorang wali murid saat ditemui media ini.

Zainal mengaku, keberadaan ijazah tersebut sangat dibutuhkan. Mengingat saat ini anaknya akan melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. “Ini kan lucuh. Kok ijazah belum ada padahal sudah berbulan-bulan,” keluhnya.

Menanggapi itu, Kepala Sekolah SMU 1 Dompu, Muhammad Taufik SPd, saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya keterlambatan penerbitan ijazah tersebut. “Iya benar agak terlambat. Tapi sekarang sudah ada dan bisa di ambil,” katanya.

Dijelaskan, adanya keterlambatan itu lantaran terjadinya kesalahan pendistribusian dari pihak Perumperuri selaku pihak yang menangangi ijazah berdasarkan permintaan Dinas Dikpora NTB. “Jumlah yang diminta tidak sesuai dengan jumlah peserta yang ikut,” ujarnya.

Selain itu, kesalahan lain yakni pengiriman tidak sesuai dengan jenis ijazah yang diminta. Yang diminta ijazah jenis K13 malah yang dikirim jenis Ijazah KTSP. “Jadi tidak ada unsur kesengajaan pihak sekolah. Ini murni terjadi kesalahan dalam proses pengiriman ijazah. Tapi sekarang sudah bisa diambi,” katanya. (DB02)

DOMPU–Sejumlah alumni SMU 1 Dompu tamatan angkatan 2017,  saat ini mengaku resah. Pasalnya, ijazah mereka kini belum diterbitkan pihak sekolah.

Sedianya ijazah tersebut bisa diambil para siswa pasca ujian akhir nasional Juni lalu. Faktanya, hingga kini, ijazah dimaksud belum juga diterima. Kondisi ini tentu saja menimbulkan kecemasan para siswa terutama bagi mereka yang akan melanhutkan study ke jenjang universitas.

Sejumlah orang tua dan wali murid juga dibuat pusing dengan kondisi ini. Beberapa orang mengaku harus bolak balik sekolah untuk sekedar menanyakan keberadaan ijazah anak-anaknya. “Kami tidak tahu alasannya. Harusnya ijazah itu sudah keluar sejak anak kami dinyatakan tamat sekolah,” tutur Zainal salah seorang wali murid saat ditemui media ini.

Zainal mengaku, keberadaan ijazah tersebut sangat dibutuhkan. Mengingat saat ini anaknya akan melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. “Ini kan lucuh. Kok ijazah belum ada padahal sudah berbulan-bulan,” keluhnya.

Menanggapi itu, Kepala Sekolah SMU 1 Dompu, Ahmad Taufik SPd, saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya keterlambatan penerbitan ijazah tersebut. “Iya benar agak terlambat. Tapi sekarang sudah ada dan bisa di ambil,” katanya.

Dijelaskan, adanya keterlambatan itu lantaran terjadinya kesalahan pendistribusian dari pihak Perumperuri selaku pihak yang menangangi ijazah berdasarkan permintaan Dinas Dikpora NTB. “Jumlah yang diminta tidak sesuai dengan jumlah peserta yang ikut,” ujarnya.

Selain itu, kesalahan lain yakni pengiriman tidak sesuai dengan jenis ijazah yang diminta. Yang diminta ijazah jenis K13 malah yang dikirim jenis Ijazah KTSP. “Jadi tidak ada unsur kesengajaan pihak sekolah. Ini murni terjadi kesalahan dalam proses pengiriman ijazah. Tapi sekarang sudah bisa diambi,” katanya. (DB02)

Komentar