Ada Perampok di Daerah ini?

0

Miris, pagi ini 6 Oktober 2017 dikagetkan dengan sebuah tayangan video rapat paripurna DPRD Dompu yang didalamnya muncul pengakuan secara heroik oleh anggota DPRD fraksi Golkar Abdul Fakkah.

Pengakuan legislator yang sudah tiga periode menjabat ini tidak main-main bahwa ada perampokan secara halus uang rakyat oleh oknum pimpinan dan anggota DPRD.

Pengakuan politisi Dapil Menggelewa-Kilo ini adalah sebuah isyarat ketidakberesan dalam pengelolaan anggaran. Abdul Fakkah pasti tahu betul, sebab pengalamanya tiga periode menjabat adalah modal utama, bagi alur serta tetek bengek APBD dan APBD-P.

Ini Videonya….

MIC PUN "TERBANG" DI FORUM RAPAT PARIPURNA DPRD KABUPATEN DOMPU.Dalam Rapat Paripurna Pengesahan APBD-P 2017 malam ini, Abdul Fakkah (Anggota DPRD Kab. Dompu dari Partai Golkar) melakukan interupsi menangapi Laporan Ketua Banggar DPRD Kabupaten Dompu.Dalam tanggapannya, beliau menyampaikan dengan lantang tentang adanya "perampokan2" yg terjadi di DPRD Dompu dihadapan Forum Rapat Paripurna yg dihadiri oleh Wakil Bupati Dompu serta para undangan dari unsur Kepala Dinas/ Badan/Kantor, Camat dan Lurah serta Kades.Berikut sebagian transkrip suara yg disampaikan oleh Abdul Fakkah :"Perampokan-perampokan yang dilakukan oleh pimpinan bersama dengan anggota DPRD"…"Perampokan-perampokan yang secara halus uang masyarakat yang tidak pernah ditindaklanjuti"…

تم نشره بواسطة ‏‎Muttakun‎‏ في 5 أكتوبر، 2017

Abdul Fakkah juga mendesak aparat hukum Kejaksaan dan Kepolisian untuk menelusuri statemen yang disampaikanya. ”Perlu masyarakat luas tahu ada perampokan halus oleh oknum pimpinan DPRD,” tandas dia.

Pihaknya juga siap dihadapkan sebagai saksi bila dibutuhkan. Dana aspirasi pimpinan dan anggota DPRD yang bervariasi DPRD antara Rp 1,5 Miliyar sampai Rp 4 Miliyar perlu transpransi apakah sesuai dengan peruntukanya. ”Sebab ada tawar menawar didalamnya,” jelas dia.

Abdul Fakkah mengungkap isi hatinya kamis malam saat paripurna digelar. Sekitar lima menit lamanya Fakkah berbicara sampai akhirnya dipotong oleh salah seorang anggota DPRD lain Syafruddin SH (Guru Din).

Akibat dipotong inipun, terjadi insiden microfon terbang dan nyaris adu jotos. Fakkah tak terima pembicaraanya dipotong hingga microfon yang dipegang dilempar kepada Syafruddin. (Admin)

Komentar