Bunuh Diri Pelajar Milenial, Sebelum Minum Racun WA Dulu Ke Teman dan Keluarga

0
Bunuh Siswi SMKN1 Hu'u Dompu NTB

DOMPU-Inilah aksi pelajar milenial yang tak patut dicontoh, seorang siswi SMKN Negeri 1 Hu’u Dompu NTB Wulan 16 tahun nekad bunuh diri dengan menenggak racun  jenis Dupon Lannate yang di campur dengan teh pucuk hingga meregang nyawa dan tewas.

Kejadian itu berlangsung Kamis 24/1/2019 sekitar pukul 12.30 dikediaman kakeknya Dusun Tolo Rodi, Desa Daha Kec, Hu’u. Ironisnya korban tidak langsung meminum racun tersebut tetapi melakukan komunikasi dengan teman dan kelurganya melalui pesan WastsApp.

Dalam komunikasi dengan temanya korban memberi tahu sudah tidak tahan dan akan bunuh diri dengan minum racun. Melalui video korban juga mengirim teh botol yang sudah dicampur racun Lannate.

Oleh temanya meminta dengan sangat agar korban tidak melakukan hal tersebut, bahkan diulang sebanyak dua kali bahasa permohonan. ”Aina poro fiki Wulan bune ma ulu, nahu mohon poda ta nggomi (Jangan berpikir pendek Wulan seperti yang dulu, saya mohon betul sama kamu,red),” pinta teman chatingnya.

Korban juga menelpon temanya, Ros Aulia yang sedang berada di Kalimantan tentang rencana bunuh diri tersebut. Merasa korban pernah melakukan hal yang sama sebelumnya Ros menelpon M Jordi yang sedang bekerja dibengkel agar segera mendatangi rumah korban karena ingin bunuh diri.

Jordi pun mendatangi rumah korban dan posisi kamar sudah terkunci dari dalam. Diintip melalui jendal dilihatnya korban sedang memegang teh botol yang sudah diisi teh racun.

Jordi berusaha mengalihkan perhatian korban dengan melemparnya dengan potongan bata dan kunci kontak. Tetapi korban tidak menghiraukan, Jordi beralih mendobrak paksa pintu, sayangnya setelah pintu kamar terbuka korban sudah menghabiskan setengah betel racun.

Tetapi kondisi saat itu korban masih sadar dan segera dilarikan ke Puskesmas terdekat. Hanya beberapa menit berada di Puskesmas Rasabou Daha korban menghembuskan nafas terakhirnya.

Informasinya nekadnya gadis SMK itu mengakhiri hidupnya gara-gara dimarahi ibu dan neneknya karena menghilangkan kalung emas. Ibunya kini tengah menjadi TKW di Malaysia, sementara bapaknya sudah meninggal dunia.

Korban seringkali mengancam akan bunuh diri dan pernah melakukan percobaan bunuh diri pada bulan Pebruari 2018, tetapi gagal. (DB03)

Komentar