Dihakimi Massa, Pencuri Mesin Pompa Air Nyaris Tewas

0

DOMPU,- Pelaku pencurian mesin pompa air RF asal Dusun Saka, Desa Manggeasi, Kec. Dompu, Rabu malam  09 Januari 2019 sekitar pukul 20.00 wita nyaris tewas dihakimi massa di Lingkungan Renda, tepatnya di depan Masjid Simpasai Lingkungan Renda di salah satu rumah warga.

Kronologisnya menurut investigasi sementara oleh pihak kepolisian, Mesin Pompa tersebut diketahui milik Abdul Gani, dan sengaja dititipkan di Penggilingan Dusun Saka, Desa Manggeasi, Kec. Dompu menunggu air parit untuk disedot  masuk ke sawah miliknya, kemudian menjelang pagi hari pemilik penggilingan sudah tidak menemukan Mesin pompa air  tersebut.

Sekitar Pukul 19. 20 wita , Tutu Harsita Ponakan Korban,  tidak sengaja melihat mobil sedan warna putih menjemput pelaku RF, kemudian dibuntutilah pelaku sampai ke Dusun Legara , Desa Katua, tempat Pelaku menyimpan mesin pompa air yang di curi, kemudian Tutu dan teman-temannya mengikuti dari belakang sampai di Ling. Renda, Kel. Simpasai dan Langsung menghadang Mobil terduga Pelaku.

Setelah menghadang mobil tersebut Tutu menemukan tiga orang, lantas ia menanyakan barang yang dimuat di mobil terduga pelaku tersebut,

Terduga RF mengelak dan meminta untuk tidak curiga kepadanya. Habis itu ketiga pelaku lansung melarikan, melihat hal itu  salah satu rekan Tutu  spontan  berteriak Maling , tidak lama kemudian warga yang mendengar teriakan itu keluar dan melakukan pengejaran.

Hasilnya salah seorang pelaku RF berhasil ditemukan saat bersembunyi dirumah salah seorang warga, sementara dua lainya kabur.

Warga yang terlampau geram akhirnya menghakimi RF hingga babak belur, rumah yang menjadi persembunyian RF pun tak luput dari lemparan warga, dan tidak lama setelah aksi tersebut, pihak kepolisian sampai di tempat kejadian.

Namun, masih belum bisa meredam massa yang semakin bertambah dan ingin menghakimi RF. Sekitar pukul 21.30 wita brimob Dompu menurunkan anggotanya yang cukup banyak untuk membubarkan ketegangan massa.

Sekitar satu jam kemudian pihak kepolisian berhasil membawa RF ke RSUD Dompu guna melakukan perawatan, karena keadaan RF yang kritis akibat luka-luka yang diterimanya dari amukan massa, dan kedua rekan RF yang berhasil kabur masih dalam pencarian oleh pihak kepolisian. (DB03)

Komentar