Kesulitan Air Bersih, Warga Perumahan Buncu Blokir Jalan

182

DOMPU-Warga perumahan Buncu Desa Matua Kecamatan Woja Dompu NTB, Kamis pagi, 01/8/2019 melakukan aksi blokir jalan negara didepan komplek mereka. Warga kecewa karena sudah berbulan-bulan tidak mendapatkan air bersih lantaran meteran listrik pompa dalam yang mereka miliki dicuri oleh oknum tertentu.

Aksi blokir jalan ini praktis mengganggu arus lalu lintas jalan negara tersebut. Ada yang belok kembali, ada juga yang terpaksa mencari jalan alternatif lain menyusuri semak-semak disekitar perumahan itu.

Warga menuntut agar PLN segera memasang kembali meteran yang telah hilang dicuri dan aparat Polsek Woja segera nmenangkap pelaku pencurian meteran tersebut.

Perwakilan warga Syarifuddin mengaku sangat kecewa terhadap penanganan pencurian meteran listrik untuk pompa dalam warga setempat. Menurut Syarifuddin warga telah melaporkan oknum yang telah mencuri meteran dimaksud. ”Tetapi hingga saat ini tidak ada tindak lanjutnya,” tutur dia.

Akibatnya sejak peristiwa pencurian meteran pertengahan April 2019 lalu itu ratusan KK yang hanya mengandalkan air pompa bantuan APBD Dompu menderita tidak mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Untuk diketahui warga yang hidup disekitar bukit itu mendapat bantuan pompa dalam dari APBD 2017 lewat dana aspirasi DPRD. Pasca pencoblosan Pileg April lalu tiba-tiba meteran listrik untuk pompa air tersebut hilang diambil oleh oknu tertentu.

Babinkantibmas Desa Matua Bripka Hermawan sejak awal hadir ditengah-tengah warga untuk melakukan negoisasi. Tetapi hingga pukul 11.30 Wita warga belum bersedia membuka jalan.

Hermawan mengaku pihaknya bersama dengan Polsek Woja serta perwakilan warga akan segera melakukan negoisasi dengan PLN untuk menemukan solusi soal meteran listrik.

Menurutnya persoalan warga tidak hanya mengenai meteran yang diduga dicuri, tetapi ada persoalan ikutan dengan penyambungan aliran listrik ilegal sehingga PLN menjatuhkan denda sebesar Rp 12 juta.

Menurut Sejumlah warga lain penyambungan ilegal memang ada, hal itu terpaksa dilakukan mengingat warga benar-benar untuk keperluan hidup sehari-hari serta memenuhi kebutuhan jamaah masjid disekitar itu. ”Kita ingin agar bagaimana listrik bisa terpasang dan warga bisa mendapatkan air,” ujar Hamudin warga setempat. (DB01)

Komentar