Petani Ncando Ancam Akan Ada Pertumpahan Darah Dilahan

851

DOMPU-Petani So Ncando dan So Lembo Kecamatan Woja Dompu NTB mengancam akan ada pertumpahan darah di lahan terkait. Hal itu terkait dengan sengketa lahan yang belum juga ada penyelesaian dari pemerintah.

Puluhan petani yang berasal dari berbagai desa Kamis, 05 Desember 2019 mendatangi kantor DPRD. Mereka ingin bertemu dengan wakil rakyat untuk menyampaikan aspirasi tentang sengketa lahan yang masih saja terjadi.

Menurut sejumlah petani, mereka sudah bosan mengadu terkait dengan nasib yang belum ada kejelasan. ”Mungkin pemerintah menunggu ada pertumpahan darah dulu baru menyelesaikan sengketa lahan Ncando,” tandas sejumlah petani sebelum diterima perwakilan DPRD.

Muhtar salah seorang petani mengakui lahan so Ncando dan So Lembo jauh sebelum dikuasai oleh petani yang sekarang sudah terlebih dulu dikuasai oleh petani yang lain, bahkan akibat mengelola hutan itu beberapa petani sampai masuk penjara gara-gara menggarap kawasan itu.

”Tetapi jerih payah petani yang dulu kemudian dimasuki oleh petani yang saat ini menguasai kawasan tersebut,” ungkap Muhtar.

Karena itu petani yang mengawali penguasaan lahan tersebut ingin kembali menggarap tanah itu.

Beberapa petani yang lain menimpali, mereka siap menumpahkan darah untuk menguasai kembali tanah yang dirambah dengan cucuran keringat. ”Kalau tidak ada penyelesaian kita siap masuk kembali ke lahan tersebut dan siap pula menumpahkan darah,” tandas sejumlah petani dengan nada geram.

Sementara perwakilan dari Komisi II DPRD Dompu M Yatim yang didampingi Kabag Persidangan Sugen S Sos menerima puluhan petani didepan pintu masuk gedung DPRD.

M Yatim mengemukakan bahwa pada saat ini Komisi II DPRD belum bisa menerima puluhan petani yang datang. Selain karena sejumlah anggota DPRD lain tidak ada ditempat, juga pihak terkait seperti Polri dan TNI belum diundang.

Karena itu M Yatim minta agar petani dapat memahami kondisi itu dan meyakinkan bahwa DPRD akan tetap merespon aspirasi petani.

M Yatim mengagendakan pertemuan lanjutan akan dilaksanakan pada Rabu mendatang dengan menghadirkan sejumlah pihak terkait. ”Hari ini kami langsung akan membuat undangan dan dialognya Rabu mendatang. Petani harap hadir semua supaya bisa mendengar langsung,” ajak Yatim.

Setelah mendengar penjelasan perwakilan DPRD tersebut petani dapat mengerti, tetapi ada diantaranya mengingatkan agar anggota DPRD konsisten menyelesaikan persoalan rakyat dengan baik. (DB03)

Komentar