Kecewa Tak Ditemui Kapolres, Warga Blokir Jalan

53

 

DOMPU-Kecewa tak ditemui Kapolres Dompu, masa demo akhirnya menggelar aksi blokir jalan di Desa Manggenae.

Blokade jalan negara nekad dilakukan warga. Berawal aksi unjukrasa yang digelar oleh puluhan massa yang nota bene adalah keluarga besar almarhum Iskandar korban kasus pembunuhan yang terjadi di Desa O,o Kecamatan Dompu, beberapa waktu lalu.

Saat unjukrasa di kantor Polres Dompu, Selasa (28/7) pagi tadi, massa aksi meminta Kapolres keluar menemui dan memberikan penjelasan terkait tuntutan terhadap proses penanganan kasus pembunuhan yang menewaskan keluarga mereka Iskandar.

Namun hingga siang hari, Kapolres tidak juga keluar menemui pengunjukrasa. Hal inilah yang memicu amarah massa sehingga melakukan aksi blokade jalan.

Dengan iringan mobil bak terbuka dan puluhan kendaraan roda dua, massa yang kecewa dan terlihat emosi langsung melakukan blokir di Desa Manggena,e Kecamatan Dompu. Desa ini sendiri merupakan tempat asal keluarga besar almarhum Iskandar.

Dengan menggunakan balok kayu, batu, pos kambling warga secara kompak memblokir ruas jalan utama Dompu Bima tersebut.

Akibatnya, terjadi kemacetan panjang diruas jalan tersebut. Ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat dan truk pengakut barang tampak mengantri akibat terjebak kemacetan.

Aksi blokir jalan itu melumpuhkan arus transportasi, terhitung selama tiga jam lamanya laju kendaraan baik dari arah Kabupaten Bima maupun maupun arah timur Kabupaten Dompu tertahan.

Pemblokiran jalan oleh warga telah menyebabkan antrian panjang kendaraan hingga berkilo-kilo meter.

Aparat keamanan Polres Dompu dan TNI Kodim 1614 Dompu ungkap diterjunkan lengkap dengan senjata dan mobil Water Cannon tidak mampu menghentikan aksi warga.

Pihak warga mengaku bersedia membuka blokade jalan apabila Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat datang menemui massa aksi dan menjelaskan terkait proses dan penanganan kasus pembunuhan keji yang merenggut nyawa Iskandar. “Tadi demo di kantornya kami tidak mau ditemui. Sekarang pun tidak mau menemui. Kami tidak akan buka jalan kalau Kapolres tidak segera temui kami disini,” teriak warga.

Beberapa kali upaya mediasi yang dilakukan oleh Kades Manggena,e bersama pihak keamanan tidak menimbukan hasil. Massa aksi tetap meminta Kapolres Dompu turun menemui warga di TKP. “Kami tidak butuh perwakilan. Selain Kapolres jangan ada yang datang kesini,” ujar Suratman salah seorang orator.

Informasi menyampaikan alasan Kapolres tidak bisa menemui massa aksi karena sedangkan sakit, tak lantas bisa dipercaya begitu saja oleh warga.

Untuk membuktikan itu, pihak polisi mengajak beberapa orang perwakilan warga datang menemui Kapolres dikediaman dinasnya, hasilnya diketahui Kapolres memang mengeluh kesakitan pada luka bekas operasi yang dijalaninya beberapa bulan lalu.

Kondisi Kapolres Dompu saat itu pun dibuktikan dengan foto dari ponsel perwakilan warga. Hal itu bertujuan sebagai bahan untuk meyakinkan warga dan massa aksi yang menunggu dilokasi berlangsungnya aksi blokir jalan.

Setelah diberikeyakinan dengan bukti foto atas kondisi Kapolres Dompu yang sakit. Massa aksi akhirnya memberikan kesempatan kepada Kabag Ops Kompol Nusra Nugraha untuk memberikan penjelasan. “Besok selesai Dzuhur dipersilahkan beberapa perwakilan menemui bapak kapolres,” tuturnya.

Awalnya penjelasan Kompol Nusra tidak bisa diterima oleh keluarga besar korban Iskandar, terutama kamu ibu-ibu. Namun setelah berkali-kali diberi keyakinan oleh korlap dan warga lainnya. Akhirnya bisa menerima, selanjutnya blokade jalan bisa dibuka kembali oleh aparat dan dibantu warga. (DB02)

Komentar