oleh

Kendor Pengawasan Pemerintah, Corona Varian Delta Mengancam Masyarakat

Wabah virus Corona terus menghantui masyarakat. Saai ini warga dikhawatirkan dengan munculnya varian baru Covid19 yakni varian delta. Bagaimana reaksi warga Dompu berikut ulasannya.

IMADUDDIN, DOMPU NTB

Dua tahun berjalan, wabah Covid19 melanda dunia. Bahkan saat ini warga ditakutkan dengan munculnya Corona dengan varian baru yakni varian delta.

Varian delta ini beberapa waktu lalu menghebohkan dunia. Sebab virus ini telah menelan banyak korban meninggal di belahan bumi Hindustan, India.

Kini, dibeberapa daerah di Indonesia dikhabarkan banyak warganya telah dijangkiti virus Corona Varian delta.

Ketakutan pun mulai dirasakan warga di wilayah Kabupaten Dompu. Rasa takut warga ini pun banyak terlihat disejumlah postingan di media sosial, seperti Facebook, Instagram dan WhatsApp. “Kita jangan lengah, masyarakat harus disiplin. Pengawasan pemerintah jangan kendor, kita harus semangat lawan Corona,” kata Fauzan salah seorang warga.

Khusus kepada Pemerintah. Warga Dompu berharap agar kembali pro aktif melakukan pengawasan terhadap perilaku masyarakat. “Perketat pengawasan. Aturan sudah ada. Tindak dan beri sanksi bagi pelanggar,” cetus Marwan, warga lainnya.

Menanggapi kondisi saat ini, Sekretaris Tim Gugus Tugas Penanganan Covid19 Kabupaten Dompu, Jufrin ST menyampaikan agar posko di setiap desa dan kelurahan diaktifkan kembali.

Menurut dia, wabah virus Corona kini terus mengancam. Untuk saat ini, beberapa daerah di Indonesia kembali diserang Covid19 varian baru yakni varian delta.

Varian ini persis sama dengan virus yang menyerang negara India. Tidak sedikit penduduk ditanah Hindustan meninggal akibat terpapar virus varian delta tersebut. “Kita tidak boleh lengah. Masyarakat harus lebih disiplin lagi dengan prokes,” kata Jufrin.

Belakangan ini menurut dia, masyarakat di Dompu cenderung mulai mengabaikan pola hidup sehat terutama penerapan protokol kesehatan.

Banyak warga yang saat ini tidak lagi menggunakan masker ketika beraktifitas di luar rumah.

Kegiatan yang sifatnya mengumpulkan banyak orang kata Jufrin semakin menjadi. “Posko di tiap desa dan kelurahan harus diaktifkan. Kita semua harus berperan aktif,” tuturnya.

Dengan kondisi yang terjadi saat ini. Pihaknya kata Jufrin akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah dengan tujuan agar bisa mempercepat pengambilan keputusan terhadap Setiyadi saat ini. “Secepatnya kita koordinasikan,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Dompu itu. (*)

Komentar

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Bijaklah dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA. Salam hangat. [Redaksi]

News Feed