oleh

Cegah Stunting, BPBD Dompu Bagikan Ribuan Telur untuk Anak Balita

 

DOMPU-Upaya pemerintah dalam mencegah terjadinya kasus tunting terus dilakukan.

Senin (11/12) pagi tadi. Pemkab Dompu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaksanakan kegiatan pembagian telur ayam kepada sejumlah anak usia balita.

Wilayah yang menjadi sasaran pembagian ribuan telur oleh BPBD yakni di Desa Saneo dan Desa Serakapi, Kecamatan Woja.

Kalak BPBD Dompu Tajudin HIR, SH memimpin langsung jalannya kegiatan tersebut. Sekitar pukul 09.30 Wita, rombongan BPBD tiba di kantor Desa Serakapi.

Sekretaris Desa Serakapi Arafik SPd, didampingi petugas poskesdes dan sejumlah orang tua balita tampak lebih awal menunggu kedatangan tim BPBD.

Tanpa menunggu lama. Kalak BPBD langsung menyerahkan bantuan telur kepada warga penerima, disaksikan pihak desa dan disertai berita acara penerimaan bantuan.

Adapun total jumlah telur yang dibagikan di Desa Serakapi sebanyak 33 krat sesuai dengan jumlah penerimanya yakni 33 orang balita (Pasien, Red).

Kegiatan berlanjut ke desa tetangga. Karena jarak kedua desa ini berdekatan, dalam hitungan menit tim BPBD tiba di kantor Desa Saneo.

Kades Saneo Rustam didampingi beberapa orang stafnya tampak dengan ramah menyambut kedatangan tim.

Tanpa menunggu lama, Kalak BPBD menyerahkan bantuan telur yang diterima langsung Kades Saneo. “Selaku pemerintah, tugas dan kewajiban kita untuk menjamin kesehatan warga. Semoga bantuan ini bisa membantu gizi anak-anak,” kata Tajudin HIR.

Untuk Desa Saneo tercatat sebanyak 86 krat telur yang didistribusikan pemerintah, untuk penambahan gizi anak balita di wilayah desa bagian Utara Kota Dompu itu.

Seperti diketahui. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang penyebabnya adal kekurangan gizi kronis dan penyakit infeksi berulang.

Kondisi stunting ini juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan otak dan kesehatan anak. (DB02)

Komentar

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Bijaklah dalam pemilihan kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA. Salam hangat. [Redaksi]