Renungan Pantai………

204
Sunset

Sore terus beranjak menuju malam, akupun terus duduk menyendiri dipantai yang jauh dari kotaku, aku memang kerap berada ditempat-tempat yang jauh dan sepi untuk menikmati alam ciptaan tuhan. Ya…sore itu aku berada disebuah pantai Kesi namanya Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu NTB, pantai yang terletak disebelah selatan semenanjung Tambora.

Pantai ini menjadi pusat aktifitas nelayan tradisional sekitarnya, aku melihat beberapa nelayan lusuh setelah seharian berusaha mengais rezeki diteluk Saleh, aku juga melihat sejumlah nelayan yang penuh semangat yang ingin turun melaut menembus gelapnya malam menuju samudra. Aku begitu gembira melihat aktifitas itu, ada ketabahan yang terpancar walau rezeki yang diharapkan masih jauh dari angan-angan dan ada semangat yang luar biasa walau yang dihadapi adalah gelombang dahsyad dan angina kencang menerjang.

Kehidupan nelayan memang sangat tergantung keramah tamahan alam, siang dan malam mereka harus bertarung dengan dahsyadnya gelombang, teriknya matahri serta dinginya embun malam. Tidak ada yang bisa dilakukan, mereka sudah terbiasa dengan profesi itu, suka duka nelayan terlalu panjang untuk diceritakan, bayangan bahaya bahkan kematian selalu ada didepan mata, walau demikian mereka harus tetap bekerja dilaut karena asap harus tetap mengepul dari dapur.

Nelayan adalah pejuang, pejuang dalam meningkatkan cita rasa untuk memenuhi gizi dan nutrisi, tetapi masih terlalu banyak kita yang belum memahami perjuangan nelayan, yang kita ketahui kita bisa makan enak dengan semangkok ikan yang telah tersedia dengan lezatnya, padahal disaat kita menyantap ada sejumlah nelayan yang tengah bertarung dengan alam dalam mempertahankan hidup.

Ya…itulah kehidupan, semua berjalan normal sesuai dengan keahlian, tuhan telah menciptakan burung, walau mereka terbang tinggi keangkasa mereka tak pernah takut akan jatuh, begitu juga tuhan menciptakan ikan mereka tak kan pernah takut tenggelan walau berenang didasar lautan yang dalam. Tuhan telah menciptakan manusia dengan akal, karena dengan akalnya manusia dapat menantang kehidupan ini. Begitu juga dengan aku, aku menulis renungan pantai ini dengan harapan semua orang bisa membacanya. he he he…..

Komentar