DOMPU, DompuBicara.com — Upaya memperkuat layanan penyakit berat di Kabupaten Dompu mulai diarahkan pada peningkatan kemampuan rumah sakit daerah agar pasien tidak selalu harus keluar daerah untuk mendapatkan perawatan.
Salah satu yang sedang dibangun adalah layanan kanker. Pemerintah Kabupaten Dompu melalui RSUD Dompu menjalin jejaring pengampuan dengan RSUP Prof. Ngoerah Denpasar, Bali, dalam pengembangan pelayanan Kanker, Jantung, Stroke dan Uronefrologi (KJSU).
Kerja sama tersebut dibahas dalam kunjungan tim dokter pengampu dari RSUP ke Dompu pada 5 Februari 2026. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Omiyati Fatimah, turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Namun, substansi kerja sama ini bukan berhenti pada penandatanganan dokumen. Salah satu target yang didorong adalah agar RSUD Dompu mampu memberikan pelayanan kemoterapi secara mandiri.
Selama ini, keterbatasan layanan penyakit berat membuat sebagian pasien harus mendapatkan pelayanan lanjutan di luar daerah. Penguatan jejaring dengan rumah sakit rujukan nasional diharapkan secara bertahap meningkatkan kemampuan RSUD Dompu, baik dari sisi tenaga kesehatan maupun pelayanan spesialistik.
Sejumlah tenaga RSUD Dompu juga telah mengikuti pelatihan sebagai bagian dari proses peningkatan kompetensi. Langkah tersebut menjadi bagian penting karena pengembangan layanan kanker tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas, tetapi membutuhkan tenaga yang memiliki kemampuan sesuai standar pelayanan.
Program KJSU sendiri mencakup empat kelompok penyakit prioritas, yakni kanker, jantung, stroke dan uronefrologi. Penguatan layanan diarahkan agar rumah sakit daerah memiliki kemampuan lebih baik dalam menangani penyakit yang selama ini menjadi salah satu penyebab pasien harus dirujuk ke luar daerah.
Bagi pasien kanker, target kemoterapi mandiri memiliki arti khusus. Jika kemampuan tersebut benar-benar terwujud, pasien tidak harus selalu menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan terapi lanjutan yang dapat dilakukan di rumah sakit daerah.
Karena itu, kerja sama dengan RSUP Prof. Ngoerah perlu dilihat sebagai proses transfer kemampuan, bukan semata hubungan antarlembaga.
Tantangannya tetap ada. Pemerintah daerah masih harus memastikan kesiapan sumber daya manusia, sarana, standar pelayanan dan sistem rujukan agar layanan yang dikembangkan dapat berjalan secara aman dan berkelanjutan.
Dengan arah tersebut, penguatan KJSU di RSUD Dompu menjadi bagian dari perubahan pelayanan kesehatan: dari sekadar merujuk pasien keluar daerah menuju upaya membangun kemampuan layanan spesialistik di daerah sendiri. (*/Adv)





