DOMPU — Ketersediaan ruang pelayanan, sarana pendukung hingga alat kesehatan di Puskesmas tidak cukup hanya diketahui dari laporan administratif. Kondisi riil di lapangan perlu dipetakan secara akurat agar kebutuhan fasilitas kesehatan dapat direncanakan sesuai kondisi dan prioritas pelayanan masyarakat.
Hal inilah yang menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu melalui kegiatan pembinaan dan pemetaan Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan (ASPAK) yang digelar selama dua hari, Jumat-Sabtu, 21-22 Agustus 2026, di Aula Hotel Annisa.
Kegiatan tersebut diikuti 27 peserta, terdiri dari unsur Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu dan pengelola ASPAK dari Puskesmas se-Kabupaten Dompu. Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu Omiyati Fatimah, S.Sos., MPH dan Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK), Nur atul Awaliyah, SKM., MPH. (Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu)
Data Menentukan Arah Kebutuhan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu Omiyati Fatimah menekankan bahwa kualitas data menjadi bagian penting dalam pengelolaan sarana, prasarana dan alat kesehatan.
Melalui ASPAK, kondisi fasilitas kesehatan dapat dihimpun dan diperbarui sehingga pemerintah memiliki gambaran mengenai apa yang sudah tersedia, apa yang masih kurang, serta kebutuhan apa yang perlu menjadi perhatian.
“Data yang valid” menjadi dasar untuk mendukung perencanaan, pengadaan, pemerataan hingga pengembangan fasilitas kesehatan. (Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu)
Artinya, pemutakhiran ASPAK tidak berhenti pada kegiatan memasukkan data ke dalam aplikasi. Data tersebut diharapkan menggambarkan kondisi sebenarnya di masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan.
Memotret Kondisi Puskesmas dan Pustu
Dalam pertemuan tersebut, para pengelola ASPAK mendapatkan pembinaan mengenai pengelolaan dan pemutakhiran data.
Pemetaan dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi sarana, prasarana dan alat kesehatan yang tersedia di fasilitas pelayanan kesehatan.
Langkah ini penting karena kebutuhan setiap fasilitas kesehatan tidak selalu sama. Kondisi bangunan, ketersediaan ruang, peralatan, maupun kebutuhan pelayanan dapat berbeda antara satu Puskesmas dengan Puskesmas lainnya.
Dengan pemetaan yang lebih akurat, perencanaan kebutuhan dapat diarahkan berdasarkan kondisi nyata di lapangan, bukan semata berdasarkan perkiraan.
Diperkuat Pembinaan Teknis
Kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Provinsi NTB.
Materi yang diberikan antara lain menyangkut tata cara penginputan data, pemanfaatan aplikasi ASPAK serta upaya meningkatkan kualitas data agar sesuai dengan kondisi riil fasilitas pelayanan kesehatan. (Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu)
Kementerian Kesehatan sendiri menjelaskan ASPAK sebagai aplikasi berbasis web yang menghimpun dan menyajikan informasi mengenai sarana, prasarana dan alat kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan. (Asosiasi Pasti Kesehatan)
Dalam kebijakan Kementerian Kesehatan, pembaruan data ASPAK juga menjadi bagian dari proses pengusulan kebutuhan alat kesehatan, yang kemudian melalui proses validasi dan perencanaan di tingkat pemerintah daerah. (JDIH Kementerian Kesehatan)
Karena itu, kualitas data ASPAK pada akhirnya tidak hanya menjadi urusan administrasi Dinas Kesehatan maupun pengelola Puskesmas.
Data tersebut berkaitan dengan bagaimana pemerintah membaca kondisi fasilitas kesehatan dan menentukan kebutuhan pengembangannya.
Jika data yang tersedia akurat, kebutuhan sarana, prasarana dan alat kesehatan dapat dipetakan dengan lebih tepat. Sebaliknya, data yang tidak diperbarui berisiko membuat gambaran kebutuhan di lapangan tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu berharap pembinaan tersebut dapat meningkatkan kualitas pengelolaan ASPAK di seluruh Puskesmas sehingga data yang tersedia semakin akurat, lengkap dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Pada akhirnya, pemetaan tersebut diarahkan pada satu tujuan yang lebih besar: memastikan pengembangan fasilitas kesehatan dilakukan secara tepat sasaran sehingga mampu mendukung pelayanan kesehatan yang semakin baik bagi masyarakat Dompu. (Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu). (*/adv)







