DOMPU — “Keha Janga” merupakan istilah dalam bahasa Dompu yang menggambarkan perilaku induk ayam saat mencari makan untuk dirinya dan anak-anaknya. Dengan kedua kakinya, induk ayam mengorek-ngorek tanah di satu tempat tanpa perlu berpindah-pindah hingga mendapatkan makanan dan akhirnya kenyang.
Perilaku itulah yang diamati salah seorang calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Dompu Daerah Pemilihan (Dapil) I dari Partai Hanura, Mahdar. Menyadari ketatnya persaingan memperebutkan kursi DPRD, Mahdar memilih strategi “Keha Janga” untuk mengumpulkan suara.
Menurut Mahdar, pola perilaku induk ayam tersebut akan dijadikan taktik andalannya dalam menghadapi Pemilihan Legislatif 2019.
“Dengan mengorek-ngorek tanah di satu tempat, induk ayam dan anak-anaknya bisa kenyang,” cerita Mahdar sambil tersenyum.
Karena itu, dalam Pileg kali ini Mahdar mengaku akan terus “mengorek-ngorek” suara di kandangnya sendiri, yakni Desa Katua, Kecamatan Dompu.
Sebagai mantan kepala desa di wilayah tersebut, Mahdar optimistis memiliki basis dukungan dari masyarakat setempat.
“Yang penting dikorek-korek terus, pasti kenyang,” tambahnya.
Bagi Mahdar, mengandalkan suara dari luar daerah pemilihan atau di luar basis utama tetap diperlukan. Namun, seorang caleg harus memiliki suara dasar sebagai modal awal.
Sebab, menurut dia, seluruh caleg memiliki tantangan yang relatif sama. Mereka sama-sama mempunyai keluarga, memiliki sumber daya, dan sama-sama berusaha keras untuk mendapatkan kursi DPRD.
“Pokoknya saya pakai politik Keha Janga sajalah,” pungkas Mahdar sambil tertawa. (DB01)






