Savana TamboraTerbakar, Kabalai Berjibaku Lakukan Pemadaman Api

Tampak Kepala Balai TN Tambora, Abdul Aziz, berjibaku dengan kobaran api saat memimpin tim melakukan upaya penanganan Karhutla.

DOMPU-Rutusan hektar Lahan savana di dalam kawasan Taman Nasional Tambora, NTB, hangus terbakar.

Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) itu terjadi sejak, tanggal 9 hingga 11 September kemarin.

Karhutla terjadi dua wilayah kerja TN Tambora yakni SPTN I Kore tepatnya di Resort Piong dan SPTN II Pekat, di sekitar wilayah Hodo. Berdasarkan laporan sementara, hamparan kawasan yang terbakar terindentifikasi 358,16 hektar wilayah Piong dan di wilayah Hodo sekitar 37,34 hektar.

Musim kemarau ekstrem saat ini juga memperparah keadaan. Kawasan Tambora di bagian selatan dan timur dengan vegetasi tumbuhan Ilalang, Kerinyu, Sarume maju, Sareo, Bidara, dan Ndaru menjadi abu akibat jilatan lidah api yang mengamuk.

Kepala Balai TN Tambora Abdul Aziz Bakry, didampingi KSBTU Kriswoyo, dan Kepala SPTN I Santiago bersama tim Manggala Agni, Polhut, PEH, Penyuluh, MPA, MMP, langsung bergerak cepat ke lokasi dan melakukan pemadaman.

Kobaran api yang mengganas, kabut asap tebal ditambah tiupan angin kencang serta medan yang sulit, membuat tim kewalahan. Sejumlah titik kebakaran tidak dapat diakses kendaraan. Dibutuhkan waktu 5-6 jam berjalan kaki untuk bisa sampai ke titik api.

Selain pemantauan titik api. Tim menggunakan beberapa strategi penanganan yakni dengan melakukan ground chek, pemadaman langsung, pembuatan sekat bakar, pengamanan lokasi hingga patroli lanjutan guna mencegah api kembali menyala. ” Tim kami bagi dua. Berjibaku dengan api. Pemadaman siang malam kami lakukan, ” ungkap Kabalai TN Tambora saat dihubungi usai menaklukkan si jago merah.

Tim Taman Nasional Tambora hingga saat ini masih melakukan penyelidikan lebih mendalam dibalik terjadinya Karhutla. “Kami juga menghimbau masyarakat agar bersama menjaga alam tanpa Karhutla,” tutur Abdul Aziz. (DB02).