DOMPU-Lagi, karya seni masyarakat Kabupaten Dompu mendapat rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), kali ini didapat lewat persembahan kolosal berupa tarian Ou Balumba yang diselenggarakan di Pantai Lakey Dompu NTB 19 Juli 2025.
Jumlah peserta yang ambil bagian dalam tarian Ou Balumba sebanyak 21.220 orang, masih kalah dengan rekor MURI yang diperoleh Pemkab Dompu ditahun 2015 lalu dengan melibatkan tidak kurang 27.000 peserta. Saat itu pemerintah menggelar acara Tambora Menyapa Dunia 11 April 2015.
Tarian Ou Balumba merupakan rangkaian Festival Lakey yang digelar mulai 12-20 Juli 2025. Festival Lakey sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Dompu untuk memperkenalkan potensi pantai Lakey keseluruh dunia. Kegiatan andalanya berupa lomba Surfing yang melibatkan tidak kurang dari 10 negara mancanegara.
Selain tarian kolosal Ou Balumba, Festival Lakey 2025 juga menampilkan berbagai atraksi budaya lokal lainnya, seperti parade Rimpu, pertunjukan musik tradisional Muna Pa’a, serta pameran UMKM khas Dompu yang menyuguhkan hasil kerajinan tangan, tenun, dan kuliner tradisional. Ribuan wisatawan domestik dan mancanegara tampak memadati kawasan Pantai Lakey sejak awal pembukaan festival.
Bupati Dompu, Bambang Firdaus,SE dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian ini. Ia menyebut, pemecahan rekor MURI untuk tarian Ou Balumba bukan semata-mata soal jumlah peserta, namun lebih pada semangat pelestarian budaya lokal yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Ini adalah momentum kebangkitan budaya Dompu. Kami ingin menunjukkan bahwa Dompu tidak hanya kaya akan keindahan alam, tetapi juga memiliki warisan budaya yang luar biasa dan layak ditampilkan ke pentas dunia,” ungkap Bupati disambut riuh tepuk tangan.
Sementara itu, perwakilan MURI, Yusuf Ngadri , yang hadir menyerahkan piagam penghargaan menyatakan kekagumannya atas antusiasme masyarakat Dompu. “Melibatkan lebih dari 21 ribu penari dalam satu tarian tradisional secara serentak bukanlah hal mudah. Ini membuktikan adanya semangat kolektif luar biasa dari masyarakat Dompu,” ujarnya.
Festival Lakey 2025 juga dimeriahkan dengan konser musik pantai, kompetisi video kreatif tentang pesona Lakey, hingga aksi bersih pantai oleh komunitas lokal dan pelajar. Ajang ini diharapkan mampu mendorong geliat pariwisata di Kabupaten Dompu sekaligus mengangkat ekonomi masyarakat pesisir.
Pantai Lakey sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi surfing terbaik dunia dengan ombak kidal yang unik, dan menjadi magnet utama wisatawan asing. Pemerintah daerah pun menargetkan Festival Lakey masuk dalam kalender event nasional Kemenparekraf RI tahun mendatang. (tim DB)







