DOMPU-Kabupaten Dompu terus menunjukkan tren positif di sektor pertanian di tengah berbagai tantangan nasional yang dihadapi dunia pertanian saat ini, mulai dari perubahan iklim, fluktuasi harga pasar hingga persoalan distribusi dan biaya produksi.
Hingga 19 Mei 2026, realisasi tanam padi di Kabupaten Dompu tercatat mencapai 30.659 hektare dengan realisasi panen seluas 20.799 hektare atau sekitar 68 persen dari total luas pertanaman. Dari capaian tersebut, produksi padi diperkirakan mencapai 107.096 ton.
Sementara itu, komoditas jagung sebagai salah satu andalan utama daerah juga menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan. Realisasi tanam jagung mencapai 50.922 hektare dengan realisasi panen 37.140 hektare atau sekitar 73 persen dari total pertanaman, dengan estimasi produksi mencapai 290.026 ton.
Khusus pada periode April hingga Mei 2026, luas panen jagung tercatat mencapai 17.954 hektare dengan perkiraan produksi sekitar 140.203 ton.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dompu, Syahrul, menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari meningkatnya kemampuan petani dalam menerapkan sistem budidaya sesuai anjuran, terutama dalam penggunaan benih unggul, pola pemupukan, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).
Menurutnya, petani Dompu saat ini semakin terampil memilih benih berkualitas, khususnya jenis hibrida dengan potensi produksi rata-rata mencapai 12 ton per hektare.
“Penerapan penggunaan pupuk lima tepat serta kondisi iklim yang cukup mendukung tahun ini ikut memengaruhi kualitas dan produktivitas hasil panen petani,” ujarnya.
Selain itu, bantuan pestisida dan insektisida dari Kementerian Pertanian turut membantu pengendalian hama dan penyakit tanaman sehingga produksi pertanian tetap terjaga.
Tidak hanya dari sisi produksi, perkembangan harga hasil pertanian di tingkat petani juga relatif stabil dan menguntungkan. Harga jagung pipilan kering tercatat berada pada kisaran Rp5.500 hingga Rp5.700 per kilogram. Angka tersebut sejalan dengan kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) terbaru berdasarkan Inpres Nomor 3 Tahun 2026.
Sedangkan harga gabah kering panen (GKP) berada di kisaran Rp6.200 hingga Rp6.400 per kilogram, sementara gabah kering giling (GKG) mencapai Rp7.000 hingga Rp7.200 per kilogram.
Dari sisi distribusi dan pemasaran, petani Dompu saat ini dinilai memiliki lebih banyak alternatif penjualan hasil panen. Selain Bulog, sejumlah perusahaan swasta dari dalam maupun luar daerah mulai aktif membeli langsung hasil panen petani di Dompu.
Kondisi tersebut menciptakan persaingan pasar yang sehat sehingga harga di tingkat petani menjadi lebih kompetitif.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap melakukan pengawasan bersama Satgas Pangan, TNI-Polri, Bulog, dan instansi terkait guna memastikan proses pembelian dan penimbangan berjalan sesuai ketentuan.
Pemerintah Kabupaten Dompu juga terus memperkuat strategi jangka panjang melalui pengaturan sistem klaster pertanian, penerapan kalender tanam, optimalisasi data luas tambah tanam (LTT), serta penguatan informasi pasar secara rutin oleh petugas lapangan.
Selain itu, rencana pembangunan pabrik pakan ternak di Dompu dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat hilirisasi hasil pertanian daerah.
Dengan produksi jagung yang melimpah, keberadaan industri pakan ternak diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga stabilitas harga hasil panen petani.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan, BUMN, investor, penyuluh pertanian, organisasi tani, media, hingga aparat keamanan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pertanian dan iklim investasi di daerah.
Melalui berbagai upaya tersebut, Kabupaten Dompu semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu sentra produksi jagung dan padi strategis nasional yang mampu menopang ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani di daerah. (DB01)







