DOMPUBICARA-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) menyusun alokasi anggaran belanja dalam rancangan APBD Tahun Anggaran 2026 yang diselaraskan dengan program prioritas pembangunan nasional. Sinkronisasi ini bertujuan memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, teknologi, kesetaraan gender, prestasi olahraga, serta pemberdayaan pemuda dan penyandang disabilitas.
Dokumen perencanaan anggaran tersebut mencantumkan sejumlah program yang dilaksanakan oleh beberapa rumah sakit milik Pemerintah Provinsi NTB, dengan rincian sebagai berikut:
1. Rumah Sakit H. L. Manambai Abdul Kadir
Rumah Sakit H. L. Manambai Abdul Kadir mendapat alokasi anggaran melalui beberapa program, antara lain:
Program Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat
Alokasi anggaran modal sebesar Rp5.500.000.000.
Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Kesehatan
Dalam rancangan anggaran ini tercatat belum terdapat alokasi anggaran untuk program tersebut.
Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Provinsi
Anggaran operasi sebesar Rp136.383.707.045 dan anggaran modal Rp2.000.000.000, sehingga total alokasi mencapai Rp138.383.707.045.
Sosialisasi APBD Provinsi NTB Tahun 2026 (42)
2. Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Provinsi
Pada Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Provinsi, anggaran dialokasikan melalui dua program utama:
Program Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat
Anggaran operasi sebesar Rp431.729.500 dan anggaran modal Rp5.149.790.500, sehingga total anggaran mencapai Rp5.581.520.000.
Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Provinsi
Anggaran operasi sebesar Rp3.101.109.500.
Sosialisasi APBD Propinsi NTB (43)
3. Rumah Sakit Mandalika
Sementara itu, Rumah Sakit Mandalika juga memperoleh dukungan anggaran melalui dua program, yaitu:
Program Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat
Alokasi anggaran modal sebesar Rp3.000.000.000.
Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Provinsi
Anggaran operasi sebesar Rp49.725.165.828 dan anggaran modal Rp4.789.000.000, dengan total alokasi Rp54.514.165.828.
Penguatan Pembangunan SDM
Seluruh program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia secara berkelanjutan. Fokus kebijakan diarahkan pada peningkatan kualitas layanan kesehatan, penguatan kapasitas tenaga kesehatan, serta optimalisasi pelayanan publik di fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah.
Melalui perencanaan anggaran yang terintegrasi dengan prioritas nasional, Pemerintah Provinsi NTB diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mendorong terciptanya masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing.













