DOMPU – Rumah BUMN Pertamina Dompu berkolaborasi dengan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Putra Sativa menggelar pelatihan legalitas usaha bagi calon wirausaha penjahitan pada Rabu (24/6). Kegiatan yang berlangsung di Jl. Soekarno-Hatta, Kelurahan Bada, Kabupaten Dompu ini menyasar 12 perwakilan dari total 20 peserta didik Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW).
Pelatihan bertajuk “Pentingnya Perizinan Berusaha bagi Wirausaha Penjahitan” ini difokuskan pada pendampingan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem OSS RBA. Melalui fasilitas ini, UMKM sektor tata busana diharapkan bisa segera naik kelas dan siap bersaing. Selain aspek administrasi, Rumah BUMN Dompu juga memprakarsai pembentukan komunitas wirausaha (community development) dalam sebuah grup khusus guna mempermudah peserta berbagi informasi, memperluas jaringan bisnis, serta berkolaborasi dalam produksi.
Supervisor Rumah BUMN Dompu sekaligus fasilitator UMKM bersertifikasi BNSP, Arie Priyono, menekankan pentingnya legalitas sebagai fondasi utama sebuah bisnis.
“Saatnya mengubah pola pikir. Menjahit bukan sekadar hobi atau pekerjaan sampingan, melainkan bisnis profesional yang siap berkembang,” tegas Arie di hadapan para peserta.
Ia menambahkan bahwa memiliki NIB adalah langkah pertama yang wajib dilakukan untuk membangun kepercayaan pelanggan, membuka akses permodalan, dan meraih dukungan pemerintah daerah. Dalam kesempatan tersebut, peserta diedukasi mengenai ketepatan pemilihan izin melalui Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), seperti KBLI 14120 untuk Penjahitan Sesuai Pesanan dan KBLI 95293 untuk Reparasi Pakaian atau Permak.
Langkah sinergis ini disambut positif oleh Pimpinan LKP Putra Sativa, Yusa Himawan. Ia menilai kehadiran Rumah BUMN Pertamina Dompu memberikan nilai tambah yang signifikan bagi kurikulum PKW serta kesiapan mental para anak didiknya.
“Pelatihan legalitas ini adalah terobosan penting bagi LKP kami. Peserta didik tidak hanya dibekali kemampuan teknis menjahit, tetapi kini diedukasi tentang tata kelola bisnis yang berbadan hukum,” ujar Yusa.
Ia juga mengapresiasi gagasan pembentukan komunitas bagi para penjahit. Menurutnya, wadah tersebut akan memastikan para lulusan LKP Putra Sativa nantinya tidak berjalan sendirian, melainkan tumbuh bersama menjadi wirausaha mandiri.
Program berkelanjutan ini menjadi bukti nyata komitmen Rumah BUMN Pertamina Dompu dalam menciptakan ekosistem wirausaha yang inklusif, terhubung, dan sadar hukum di Kabupaten Dompu.







