Diskusi tentang masa depan Tambang Hu’u terus berkembang. Jika sebelumnya perhatian publik lebih banyak tertuju pada besarnya potensi emas dan tembaga yang tersimpan di wilayah Hu’u, kini pembahasan mulai bergeser pada pertanyaan yang lebih penting:
Oleh: Abdul Muis
Apakah Dompu sudah siap menyambut perubahan besar yang mungkin akan datang? Pertanyaan itu mengemuka setelah berbagai pandangan muncul dari sejumlah tokoh daerah.
Ketua DPRD Dompu, Ir. Muttakun, menekankan pentingnya daerah memahami grand design pemerintah pusat terhadap masa depan kawasan tambang Hu’u.
Dompu 2045, Siapkah Kita Menyambut Era Tambang Dan Pariwisata?
Mantan Sekda Dompu sekaligus ekonom, Drs. H. Zainal Arifin, M.Si, melihat pertambangan dan pariwisata sebagai dua sektor yang berpotensi mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Kini muncul pandangan lain yang tidak kalah menarik dari Ir. Hendri Atrimus, MBA, mantan anggota DPRD Dompu, mantan manajer perusahaan tambak udang di Hu’u, sekaligus pelaku usaha yang lama bergelut dalam dunia investasi dan bisnis.
Menurut Hendri, saat ini justru merupakan momentum emas bagi Dompu untuk melakukan berbagai persiapan strategis.
Salah satu pandangan menarik yang disampaikan Hendri adalah bahwa saat ini PT Sumbawa Timur Mining masih berada pada fase Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan.
Pada fase inilah berbagai aspek penting sedang dihitung dan dipertimbangkan. Mulai dari nilai keekonomian proyek, metode penambangan, kebutuhan infrastruktur, jalur logistik, hingga mitigasi dampak sosial dan lingkungan.
Artinya, berbagai keputusan besar yang akan memengaruhi masa depan kawasan Hu’u sedang dibentuk hari ini.
Karena itu, menurut Hendri, Dompu tidak boleh menunggu sampai tambang memasuki tahap produksi.
Justru sekaranglah saat yang paling tepat untuk mempersiapkan diri.
Salah satu gagasan yang patut mendapat perhatian serius adalah perlunya audit kesiapan tenaga kerja lokal.
Tambang Hu’u, Kewenangan di Jakarta, Masa Depan di Dompu
Pertanyaannya sederhana.
Apakah Dompu mengetahui secara pasti jumlah tenaga kerja yang siap bekerja di sektor industri modern?
Berapa operator alat berat yang tersedia? Berapa tenaga mekanik? Berapa teknisi listrik? Berapa tenaga pengelasan, konstruksi, dan operator industri? Berapa lulusan teknik yang dimiliki daerah ini?
Tanpa data yang jelas, akan sulit bagi pemerintah daerah untuk menyusun strategi pengembangan sumber daya manusia.
Akibatnya, ketika proyek memasuki tahap konstruksi dan produksi, berbagai posisi strategis berpotensi diisi oleh tenaga kerja dari luar daerah dengan alasan sederhana: SDM lokal belum siap.
Selain tenaga kerja, Hendri juga menyoroti pentingnya kebijakan local content atau kandungan lokal. Gagasan ini bukan berarti menghambat investasi.
Sebaliknya, local content bertujuan memastikan bahwa manfaat ekonomi yang muncul dari investasi besar dapat dirasakan oleh masyarakat setempat.
Dompu memiliki banyak pelaku usaha. Mulai dari usaha katering, transportasi, konstruksi, perdagangan, penginapan, hingga berbagai UMKM yang dapat menjadi bagian dari rantai pasok industri tambang.
Yang diperlukan adalah persiapan dan peningkatan kapasitas agar mampu memenuhi standar yang dibutuhkan.
Sebab keberhasilan tambang bukan hanya diukur dari jumlah mineral yang diproduksi, tetapi juga dari seberapa besar aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitarnya.
Gagasan lain yang tidak kalah penting adalah sinkronisasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Menurut Hendri, daerah harus memastikan bahwa perkembangan sektor pertambangan tidak mengorbankan sektor-sektor strategis lainnya. Dompu memiliki pertanian. Dompu memiliki peternakan. Dompu memiliki kawasan pesisir. Dompu memiliki Tambora dan Lakey yang menjadi aset pariwisata kelas dunia.
Karena itu, pembangunan kawasan industri penunjang tambang, jalur logistik, dan infrastruktur pendukung harus dirancang secara hati-hati agar tidak mengganggu sektor-sektor unggulan yang telah lebih dahulu menjadi penopang ekonomi masyarakat.
Yang menarik dari pandangan Hendri Atrimus adalah pergeseran cara berpikir yang ditawarkannya. Jika selama ini publik lebih banyak berbicara tentang harapan, maka Hendri mengajak masyarakat berbicara tentang persiapan.
Jika selama ini perhatian tertuju pada besarnya cadangan emas dan tembaga, maka Hendri mengingatkan pentingnya menyiapkan manusia, usaha lokal, dan tata ruang daerah.
Dengan kata lain, masa depan Dompu tidak akan ditentukan oleh apa yang tersimpan di bawah tanah Hu’u. Masa depan Dompu akan ditentukan oleh seberapa siap daerah ini memanfaatkan peluang yang sedang datang.
Tahun 2045 mungkin masih terasa jauh. Namun sesungguhnya masa depan tidak dibangun pada tahun 2045. Masa depan dibangun hari ini. Melalui pendidikan yang lebih baik. Melalui tenaga kerja yang lebih siap. Melalui UMKM yang lebih kuat. Melalui tata ruang yang lebih visioner. Dan melalui keberanian untuk berpikir jauh melampaui satu periode pemerintahan.
Karena pada akhirnya, pertanyaan terbesar bukanlah apakah Tambang Hu’u akan membawa perubahan. Perubahan itu hampir pasti akan datang.
Pertanyaan yang sesungguhnya adalah. Apakah ketika perubahan itu tiba, Dompu sudah siap menyambutnya?. (*)













