Demo LMND Berakhir Bentrok

116

DOMPU—Demo liga mahasiswa nasional untuk demokrasi (LMND) kamis kemarin berakhir bentrok, tiga mahasiswa dilarikan ke RSUD karena mengalami luka dikepala, memar dibagian wajah serta robek dibagian mulut, satu anggota Polres Dompu juga dikhabakan mengalami luka dibagian kepala akibat terkena pukulan bambu.

Insiden itu dimulai datangnya sejumlah aktifis LMND bergabung dengan masa Gabungan gerobak (Gabrak) dan aktifis pemilik uang didepan pendopo Dompu. Seperti biasa satu persatu aktifis menyampaikan orasi dan mengecam kinerja pemerintah dibawah pimpinan Bupati Drs H Bambang M Yasin. Orasi yang disampaikan lebih banyak diarahkan langsung pada Bupati bahkan terdengar kata-kata caci maki dan sejenisnya.

Orasi-orasi yang menghujat itu ternyata mendapat reaksi keras dari sejumlah massa yang lebih dahulu berada dalam pendopo, tak kuat dengan caci maki massa dari dalam membalas dengan teriakan yang dilanjutkan dengan pelemparan batu. Aksi saling lemparpun tak bisa dihindari, tetapi massa yang berdemo kalah banyak, mereka terdesak dan kocari-kacir melarikan diri kearah timur dan selatan.

Sejumlah gerobak yang ikut berdemo juga tidak ketinggalan segera memacu kudanya untuk meninggalkan lokasi bentrokan. Sejenak bentrokan berhenti karena massa aksi kocar-kacir menyelamatkan diri, tetapi beberapa menit kemudian mereka berkosentrasi dan kembali mendatangi lokasi bentrokan, massa pendukung pendopopun kembali panas dan melempar kearah aktifis,

sementara massa LMND membalas dengan lemparan batu serta memukuli dengan bambu yang dipakai sebagai tiang bendera merah lambang LMND. Salah seorang anggota polisi terkena pukulan bambu dan memancing sejumlah polisi lain mengejar pelaku. Alhasil pelaku terpojok dipagar Pengadilan Negeri sebelah timur dan terjerembab kedalam got, pelakupun mendapat pukulan berkali-kali sampai akhirnya sejumlah polisi lain menyelamatkanya.

Sementara dibagian dalam pendopo juga terlihat mengejar para pelaku yang melakukan pelemparan kearah massa pendemo bahkan salah seorang diantaranya dibekuk karena dianggap memprovokasi. Tetapi karena kondisinya yang kacau pelaku berhasil melepaskan diri yang dibantu oleh sejumlah rekan-rekanya yang lain.

Atas insiden itu aktifis LMND Rangga mengaku menyesalkan sikap kepolisian yang represif terhadap massanya. Karenaya pihak LMND akan segera melaporkan oknum kepolisian ke Komnas sebagai tindakan yang melanggar hukum. ‘’Kita akan laporkan kasus ini ke Komnas HAM dan Mabes Polri,’’ tandas Rangga.

Sementara Kabag Ops Polres Dompu Kompol Andi Dadi SIK yang memimpin langsung pengamanan membantah kalau aparatnya telah melakukan pemukulan terhadap aktifis. Menurutnya yang dilakukan oleh aparatnya adalah berusaha agar kedua belah pihak tidak terlibat bentrok dan mendorong kearas selatan agar tidak terjadi bentrok dengan massa yang berada didalam. ‘’Kita hanya terus berupaya agar kedua belah pihak tidak bentrok,’’ ujarnya.

Oleh karena itu Andi Dadi minta agar seluruh elemen tidak terpancing untuk melakukan anarkis, penyampaian pendapat adalah hak warga Negara tetapi tetap harus disampaikan dengan cara-cara yang benar. Sebagai polisi tetapi berada ditengah-tengah dengan memberikan perlindungan kepada kedua belah pihak.

Komentar