DOMPU — Insiden memilukan menimpa seorang warga perantau asal Majalengka, Jawa Barat, yang dilaporkan hilang terseret arus laut yang deras di kawasan wisata Pantai Lakey, Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Hingga Kamis (28/5/2026) pagi, proses pencarian terhadap korban masih terus diupayakan oleh warga dan pihak terkait.
Namun, di tengah suasana panik dan duka, kekecewaan mendalam mencuat dari pihak keluarga, rekan korban, serta pemerintah desa setempat. Kinerja Tim SAR dinilai lamban dalam merespons keadaan darurat (emergency) yang membutuhkan penanganan cepat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, Pemerintah Desa melalui Kepala Desa setempat mengaku telah berulang kali menghubungi pihak Tim SAR untuk meminta bantuan evakuasi darurat sejak sore hari. Kendati pihak SAR memberikan jawaban “sedang dalam perjalanan menuju TKP”, namun hingga pukul 24.00 WITA malam—atau sekitar 7 jam penuh sejak laporan pertama pada pukul 17.00 WITA—petugas yang dinanti tidak kunjung tiba di lokasi.
Kronologi Kejadian
Menurut penuturan rekan kerja korban yang sama-sama merantau dari Majalengka, mereka berada di Dompu dalam rangka pengerjaan proyek pembangunan KDMP di salah satu desa di Kecamatan Woja. Di sela-sela kesibukan kerja, mereka memutuskan untuk berkunjung dan berekreasi ke Pantai Lakey.
Petaka bermula saat mereka sedang mandi di laut. Kondisi air pasang tiba-tiba naik dengan cepat dan memicu arus deras. Menyadari bahaya yang mengancam, mereka berusaha segera kembali ke daratan. Korban, yang diduga mengalami kesulitan berenang, sempat dicoba dievakuasi oleh rekannya dengan cara dipapah di atas punggung.
Nahas, hantaman arus laut yang sangat kuat membuat rekan korban mengalami sesak napas dan kehabisan tenaga akibat kelelahan. Genggaman tangan terlepas, dan korban seketika hilang terseret ombak. Rekan korban sendiri berhasil diselamatkan dan dievakuasi oleh turis asing yang kebetulan sedang berselancar di sekitar lokasi kejadian.
Harapan Keluarga dan Warga
Hingga berita ini diturunkan, keberadaan korban masih misterius dan belum berhasil ditemukan. Melalui ruang-ruang publik dan media sosial, masyarakat serta pihak keluarga mendesak agar Tim SAR dapat memaksimalkan seluruh personel dan peralatan di lokasi pagi ini guna mempercepat proses pencarian.
Warga setempat juga bersama-sama memanjatkan doa agar korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat dan seluruh proses pencarian hari ini berjalan tanpa hambatan.
Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, redaksi terus berupaya melakukan upaya konfirmasi kepada pihak Pos SAR/Basarnas setempat mengenai kendala teknis dan keterlambatan respons yang dikeluhkan oleh warga dan pemerintah desa di lokasi kejadian. (DB01)












