DOMPU— Warga Rasanggaro Barat, Desa Matua, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mendadak geger setelah Ketua RT setempat, M. Hasan alias Dae Chan, dilaporkan belum kembali ke rumah usai pergi memancing di kawasan Pantai Ria pada Kamis sore, 28 Mei 2026.
Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan, Dae Chan pergi memancing bersama beberapa rekannya sejak pagi. Namun hingga sore hari, lima orang temannya telah kembali ke rumah masing-masing, sementara keberadaan Dae Chan belum diketahui.
Situasi ini sontak memicu kekhawatiran keluarga dan warga sekitar. Apalagi pada waktu yang hampir bersamaan, tim pencarian di kawasan Pantai Lakey, Dompu, juga tengah melakukan operasi pencarian terhadap seorang warga asal Majalengka yang sebelumnya dilaporkan terseret ombak.
Kondisi tersebut membuat suasana masyarakat semakin cemas, mengingat cuaca dan kondisi gelombang laut di sejumlah titik pesisir Dompu belakangan cukup berbahaya bagi aktivitas nelayan maupun warga yang memancing di bibir pantai.
Sejumlah warga Rasanggaro Barat dikabarkan mulai melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi terakhir Dae Chan terlihat. Keluarga berharap korban segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Untungnya ratusan warga yang melakukan pencarian dipantai berhasil menemukan Dae Chan dalam keadaan selamat. Bahkan Dae Chan yang dikenal humoris dikalangan warganya merasa heran begitu banyak warga yang mencarinya.
Menurutnya, dia tak mengalami masalah apapun selama memancing, hanya saja dia ditinggal temanya karena dianggap telah pulang duluan. Area memancing lanjutnya memang terpisah sehingga saat pulang Dae Chan diluar jangkauan.
Karena tak menemukan Dae Chan rekan pancingnya pulang kampung dan menginformasikan bahwa ketua RT puluhan tahun itu telah hilang dipantai, karena itu seluruh warga kampung dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat mendatangi lokasi pemancingan.
”Saya justru ditinggal, bukan karena kenapa-kenapa,” pungkas Dae Chan tersenyum.
Salah seorang kerabat Dae Chan, Mahfuddin alias Toli-Toli mengaku khabar hilangnya Dae Chan sempat memicu kekhawatiran seluruh warga di Desa Matua. Hal itu karena ketua RT tersebut dikenal tidak mahir berenang dan tidak bisa mengendarai sepeda motor.
”Seluruh warganya menjadi panik, karena Dae Chan jangankan berenang, naik sepeda motor saja tidak bisa,” ungkap Mahfuddin yang juga pejabat di Lapas Dompu ini. (DB01)







