Cagub Pasangan SJP Usung Visi Rakyat

116

DOMPU–Pasangan calon Gubernur Suryadi Jaya Purnama ST dengan Johan Rosihan ST memiliki visi yang tajam seandainya dipercaya rakyat memimpin Propinsi NTB kedepan. Visi pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini adalah visi rakyat

Visi rakyat yang dimaksud oleh pasangan ini adalah apa yang menjadi harapan rakyat serta dikehendaki rakyat. Menurut Cagub SJP sekarang orang berlomba-lomba menanyakan visi-misi calon pemimpin kedepan padahal hal itu tidak terlalu penting. ”Yang terpenting adalah apa visi-misi rakyat, itulah yang akan dijalankan,” tandas Suryadi Jaya Purnama dihadapan ratusan kadernya di Dompu pada acara musyawarah kerja daerah yang berlangsung digedung SKB sabtu (2/3/2013).

Suryadi Jaya Purnama yang disebut ‘Hera Ncore’ (ipar) karena beristrikan wanita Dompu keturunan Mbojo menegaskan perjuangan untuk menuju kepada NTB I harus mengerahkan segala kekuatan dan tenaga sehingga usaha dan cita-cita bersama dapat terwujud.

Menurutnya partainya secara nasional saat ini sedang menghadapi cobaan, tetapi semuanya diserahkan kepada yang maha kuasa. Struktur dan kader diingatkan untuk tidak terpengaruh dengan cobaan yang dihadapi, malah dijadikan pemacu untuk terus berjuang dalam membesarkan partai.

SJP juga menyampaikan misi pasanganya yakni rakyat NTB milik bersama untuk menuju kepada pulau kota (City Island). City Island adalah berusaha mendekatkan pelayanan, artinya pelayanan yang diberikan antara kota dan pelosok desa adalah sama dengan menyediakan fasilitas penunjangnya.

Dicontohkanya semisal terjadi kebakaran dipelosok Calabai Pekat, maka kalau diharapkan bantuan mobil kebakaran dari kota Dompu tentu saja tidak akan bermanfaat karena mobil kebakaran yang dirop dari kota belum setengah perjalanan tetapi rumah-rumah sudah pada habis ludes terbakar.

SJP juga mengingatkan kepada seluruh kader agar berpegang pada tiga hal, yakni taat pada syari’at allah, taat pada UU dan taat kepada azas dan etika. Sebab kadang-kadang kata SJP sesuatu yang menurut syariat legal tetapi melanggar UU. Seperti dicontohkan mengendari mobil pribadi yang dibeli sendiri dan memiliki surat-surat. Namun pada saat berkendara kita lupa membawa surat-surat dan dokumen mobil. ”Kendaraan itu milik pribadi dan syah tapi melanggar ketentuan karena lupa membawa suratnya,” urainya.

Sementara ketua DPD PKS Kabuaten Dompu Abdullah S.Kel menegaskan bahwa calon Gubernur yang kini diusung partainya adalah kader-kader terbaik, visioner, muda dan tak bermasalah. Karena itu kewajiban seluruh kader dan simpatisan agar dapat memenangkan Pilgub yang akan datang.

Komentar