Rangga Babuju Tulis Biografi H Anwar Manan

187

Sang ‘PIJAR’ Di Tanah Dompu : “Mengajar, Menguji Hingga Mengaji ”

“Banyak orang yang menganjurkan kebaikan, tapi sangat sedikit sekali orang yang mampu mencontohkan kebaikan” (Fairuz Abdi).

Bagi penulis, kalimat diatas adalah kalimat yang sangat memotivasi untuk diri penulis. Kalimat tersebut menggetarkan ketergugahan para pemilik jiwa-jiwa yang tengah bangkit. Dari kalimat tersebut, penulis menginspirasi untuk menulis tentang sosok H. Anwar Manan, pria yang lahir di Desa Mpuri kabupaten Bima 61 tahun yang lalu.

Tidak banyak yang mengenal beliau secara dekat, namun namanya disebut dimana-mana khususnya di Kabupaten yang mengusung semboyang “Nggahi Rawi Pahu”, Dompu. Bagi Penulis, Beliau adalah “Pecontoh Kebaikan yang nyata” Drs, H. Anwar Manan adalah Pendiri Yayasan Pendidikan Islam atau disingkat dengan YAPIS.

Baginya YAPIS adalah sebuah cita-cita. Baginya, YAPIS adalah masa depan generasi, baginya, YAPIS adalah ‘penerang’ bagi intelektual muda Dompu dalam menyongsong era kompetitif menuju Persaingan Global kehidupan umat manusia dewasa ini. Secara nyata, penulis belum pernah bertemu langsung dengan sosok H. Anwar Manan, namun penulis banyak mendapatkan kisah dari orang-orang yang pernah dekat dengan beliau sebelumnya termasuk salah seorang anaknya yang kini tengah mengambil Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris di Unram.

Drs. H. Anwar Manan atau akrab dipanggil Aji Weo, lelaki sederhana, rendah hati kelahiran Mpuri, 27 desember 1953 ini adalah Alumni STIE YAPIS – Jayapura tahun 1984. Sejak tamat SMEA Dompu tahun 1973, beliau hijrah ke Jayapura dengan menggunakan kapal kayu. Di ‘Negeri Cendrawasih’ ini Aji Weo mencoba melamar pekerjaan di Kantor Lantamal Irian Jaya, dan diterima sebagai Staf Honorer pada bagian administrasi. Lima tahun beliau bekerja sebagai Honor (1973 – 1978) di lingkup TNI AL Jayapura.

Kemudian Beliau banting ‘stir’ untuk kuliah dengan konsentrasi ekonomi, karena menurutnya, kedepan jurusan Ekonomi adalah bidang pengetahuan yang harus dijemput sebagai bekal membangun masa depan bersama keluarga. Akhirnya niat pun terwujud ketika diterima kuliah di STIE Jayapura yang ada di jantung Kota Propinsi Irian Jaya itu pada tahun 1979. Saat itu, beliau menumpang tinggal dirumah Muhammad Syaid, staf pengurus Kampus STIE Jayapura asal Makassar.

Sehingga tidak heran, sekian tahun kemudian kedua anaknya Aji Weo Sekolah dan kuliah di Makassar pula. Karena Beliau dikenal cerdas dan ulet, beliau pun diminta untuk membantu beberapa pekerjaan kampus yang menjadi tugasnya pak Muhammad Syaid sebagai staf di kampus tersebut. Dari sinilah, Aji Weo belajar tentang administrasi kampus, kehidupan kampus dan visi misi Perguruan Tinggi dalam mencerdaskan anak bangsa.

Karena kemampuannya mengelola manajemen dikampus tersebut dan dari pengalaman sebelumnya sebagai Staf sipil di TNI AL Irian Jaya, Aji Weo dipercayakan untuk bekerja sebagai Staf Honor pada kampus STIE YAPIS Jayapura. Suami dari Hj. Sarfiah, H. Idrus yang dinikahi nya pada tahun 1978 ini pun diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil pada tahun 1985 dan ditempatkan di BKKBN Dati I Irian Jaya.

Karena jiwa sosial dan jiwa pendidikannya cukup tinggi, dibantu oleh beberapa rekan sesama kuliahnya saat di STIE YAPIS Jayapura, Aji Weo mendirikan SMU Satria Irian Jaya pada tahun 1995 dan masih aktif dan berkembang hingga kini. SMU rintisannya tersebut kini telah mencetak ribuan Siswa/i Jayapura untuk meraih bangku yang lebih tinggi. Pada tahun 1997, Aji Weo begitu merindukan tanah Kelahirannya di Bima.

Beliau merasa cukuplah mengabdikan diri di tanah rantau selama 28 tahun di Irian Jaya. Keinginan kembali ke Kampung halaman itu akhirnya terwujud dua tahun kemudian setelah melalui berbagai proses yang panjang sebagai seorang abdi Negara, akhirnya mendapatkan tempat baru di Kabupaten Dompu dengan menempati salah satu Kabid di BKKBN pada tahun 1999, hingga akhirnya diangkat menjadi Kepala Dinas BKKBN pada tahun 2005 hingga purna tugas tahun 2009.

Aji Weo hanya membutuhkan beberapa bulan untuk beradaptasi di kabupaten Dompu. Selama beberapa bulan itulah YAPIS Dompu terpikirkan dan terencanakan olehnya. Pada tahun 1999 saat krisis moneter masih menyisahkan duka, dan Indonesia sedang berada pada masa transisi, lahirnya masa Reformasi, YAPIS pun ‘dilahirkan’ oleh Sosok Inspiratif ‘Sang Pijar Tanah Dompu’, Drs, H. Anwan Manaf.

Pada tahun 2000, berkat dukungan dan dorongan H. Abubakar, Bupati Kabupaten Dompu pada saat itu yang akrab disapa Ompu Beko, STIE (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi) YAPIS Dompu beroperasi dan menerima Mahasiswa Perdana. Saat itu, kegiatan perkuliahan masih harus sewa pinjam SMU Kosgoro Dompu hingga tahun 2002. Kemudian pindah ke SDN 15, Bali I, Dompu hingga tahun 2005.

Perjuangan Aji Weo tidak sampai disitu, jiwa untuk mencerdaskan generasi Dompu terus didorongnya. Pembangunan kampus sendiri dilakukan secara bertahap selama 5 tahun, mulai dari pembebasan lahan hingga pemakaian gedung secara resmi. Ayah dari Arman, SE dan Dwi Aryaningsih SS, ini pun akhirnya boleh berbangga dengan telah berdirinya gedung perkuliahan sendiri yang meskipun nampak sederhana dibilangan jalan Syiekh Muhammad, Bali I kab Dompu.

Mahasiswa yang sudah berjumah 200an orang pada saat itu, mulai dipindahkan ke kampus tersebut pada tahun 2005. Saat itu STIE YAPIS baru merintis 2 jurusan yaitu, Jurusan Manajemen dan Akuntansi. Tidak lama berselang, melalui ‘tangan dingin’ Aji Weo, YAPIS membuka STKIP (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan) pada tahun 2008 untuk 2 Program Studi, yaitu Bahasa Indonesia dan Sejarah sebanyak 4 kelas. Setelah 2 tahun kemudian, dibuka pula, Prodi Bahasa Inggris, Penjasrek (Pendidikan Jasmani dan rekreasi) dan TIK (Teknologi Ilmu Komputer).

Ayah yang saat ini telah dianugerahi 5 Cucu ini fokus mendorong dunia pendidikan Dompu agar generasi Dompu mampu bersaing dengan keadaan dan kondisi kekinian. Tidak sedikit Alumni STIE YAPIS yang didirikannya, kini tengah sukses di dunia Birokrasi maupun swasta di Dompu. Semisal, Pak Rafiudin H. Anas (mantan Ketua DPRD Kab Dompu periode 2009 – 2013), Hj. Nurlailah Khairunnisah yang saat ini menjadi anggota DPRD Propinsi NTB, Abdul Hafid SE (kepala Bank NTB Cab Manggelewa) dan masih banyak lagi yang lain adalah Alumni STIE YAPIS Dompu.

Tidak hanya disitu, Aji Weo tentu tidak melupakan Tanah Kelahirannya, Desa Mpuri Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima. Di Desa ini, Aji Weo mendirikan Panti Asuhan dan Pondok Pesantren yang diberi nama Al-Anwari. Ponpes dan Panti Asuhan ini dibangunnya beberapa bulan setelah Purna tugas sebagai PNS di Kab Dompu pada tahun 2009 yang lalu.

Lebih kurang 200an anak dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bima dan Dompu diasuhnya bersama 30an Ustadz dan Ustadjah yang beliau amanahkan untuk mengurus Ponpes dan Panti Asuhan Al-Anwari ini. Dan kini Aji Weo mengisi masa tuanya dengan Fokus Mengaji di Ponpes ini bersama anak-anak yang ia asuh.

STIE dan STKIP YAPIS beliau serahkan sepenuhnya kepada kedua Anaknya, Arman SE, dan Dwi Aryaningsih SS. Meskipun dalam struktur kedua Perguruan Tinggi tersebut, nama Drs H, Anwan Manaf masih selaku Penasehat Yayasan. Di tangan kedua anaknya ini YAPIS melanjutkan eksistensitasnya dalam mendorong kemajuan Perguruan Tinggi di Dompu melalui pengembangan Intelektuan SDM yang dibutuhkan.

Meskipun tidak sedikit generasi Dompu yang kuliah diluar daerah. Tetapi juga tidak bisa menafikan keberadaan YAPIS Dompu yang sudah melahirkan lebih dari 2.000 Sarjana hingga saat ini. Setidaknya STIE YAPIS Dompu saat ini telah mewisudah angkatan ke 9 nya. Sedangkan STKIP Dompu baru melahirkan 2 angkatan sejak diaktifkan.

2025 mendatang, YAPIS Dompu menargetkan untuk menjadi Universitas di Dompu. Melalui manajemen yang dipercayakan kepada Arman dan Dewi, YAPIS Dikelola dengan manajemen yang semakin professional. Tidak heran, bila wacana membangun Sekolah Tinggi Hukum pun dibicarakan dengan hangat di Dompu. STIE dan STKIP YAPIS saat ini telah terakreditasi, oleh BAN PT.

Sedangkan Aji Weo sendiri, saat ini terus mendorong pendidikan bagi generasi Madapangga melalui PONPES Al-Anwari yang didirikannya. Ponpes ini menggratiskan para Santri-santrinya, mulai dari makan minum hingga pakaian seragam. Demikian pula dengan Panti Asuhan yang dikelolanya. Karena kegigihannya membangun Dunia Pendidikan di Bima dan Dompu, beberapa Kali Gubernur NTB memujinya dengan hadir bersilahturahim di Ponpes yang beliau dirikan di Desa Mpuri. Sebagai Perintis dunia perguruan Tinggi di Dompu, Aji Weo tetap rendah hati dengan sikap yang begitu legowo dengan siapapun. Karakter tidak mau menyusahkan orang dan tidak bisa melihat orang lain susah menjadi Kharisma tersendiri bagi Aji weo dihadapan mata sosial.

Sosok  yang benar-benar berslogan “Nggahi, Rawi, Pahu” ini bukanlah sosok “Nggahi Wari Pahu” seperti kebanyakan yang kita jumpai. Sosok yang memotivasi, sosok Inspiratif dan sosok yang tidak banyak diketahui oleh orang banyak. Bagi beliau, tak kenal boleh saja asal tahu bagaimana berkontribusi untuk membangun daerah. Bagi Penulis, Aji Weo adalah Sosok yang hidup untuk orang banyak. Dan sosok seperti ini sangat langka ditemui di tanah ini. Sosok yang juga kerap tidak dianggap namun keberadaannya mengilhami banyak umat.

 Coretan ini adalah gambaran tentang Biografi Drs. H, Anwar Manan,  yang sedang penulis susun, semoga dapat mengilhami banyak orang. “Untuk mencapai cita-cita besar tidak akan pernah menjadi kenyataan jika dijalani dengan jiwa yang setengah-setengah” (Ir. Seokarno).

Dedikasi untuk :

– Keluarga Besar STIE dan STKIP YAPIS Dompu

– Ikatan Alumni STIE dan STKIP YAPIS Dompu

– Pengurus dan Pengelola Ponpes serta Panti Asuhan AL-ANWARI Desa Mpuri

 

Komentar