Tuntut Naikan Tarif,Angkot Mogok Jalan

103

 

DOMPU—Puluhan sopir angkutan kota (angkot) dan sopir angkutan desa (angdes) selasa melakukan aksi mogok. Mereka menutut penyesuaian tarif menyusul naiknya harga BBM bersubsidi.

Aksi mogok dipusatkan di Cabang Cakre Kelurahan Monta Baru Kecamatan Woja. Aksi mogok yang dilakukan para sopir angkutan ini berlangsung mulai pagi hingga siang hari. Para sopir mengajak sopir-sopir lainnya yang masih mengangkut penumpang untuk melakukan solidaritas mogok.

Masyarakat yang membutuhkan transportasi terpaksa menggunakan ojek untuk melakukan aktifitas. Setelah melakukan aksi mogok para sopir angkot mendatangi Dinas Perhubungan Telekomunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Dompu untuk menyampaikan tuntutan mereka. ‘’Kami minta kepada Dishubkominfo untuk segera mengeluarkan keputusan penyesuaian tarif bagi penumpang,” desak Govinda salah seorang sopir angkot.

Jika keputusan penyesuaian tarif tidak segera disesuaikan, maka akan merugikan para sopir maupun pengusaha angkutan. ‘’Kalau pemerintah tidak menaikan tariff, maka kami akan tetap melakukan aksi mogok,” ancamnya.

Menyikapi tuntutan sopir angkot, pihak Dishubkominfo langsung mengambil sikap membuat keputusan tarif sementara. Dimana rata-rata kenaikan tariff mulai dari Rp 500 hingga Rp 1000. Untuk angkutan kota, tariff bagi penumpang umum dari Rp 3000 naik menjadi Rp 4000. Sedangkan, tariff bagi penumpang pelajar dari Rp 1500 menjadi Rp 2000.

Bagi tarif angkutan desa jurusan Terminal Ginte-Cabang Manggelewa untuk angkutan umum dari Rp 6000 naik menjadi Rp 7000. Kemudian, angkutan pelajar dari Rp 2000 menjadi Rp 3000. ‘’Tarif sementara ini diputuskan untuk menghindari gejolak,” ungkap Sudirman salah seorang staf Dinas Perhubungan yang menghadapi sejumlah sopir.

Keputusan final tariff anggkutan akan diputuskan melalui rapat bersama dengan seluruh pihak. Diantaranya, pemerintah, pengusaha angkutan dan Organda. ‘’Rapat penetapan tariff ini akan dilakukan dalam waktu dekat,” ujarnya.

Komentar