Catatan Kelam Kecamatan Hu’u Diawal Tahun, Tiga Remaja Putri Bunuh Diri

0
Ilustrasi

Awal tahun 2019 di Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu NTB mencatat peristiwa kelam, tiga remaja putri meninggal sia-sia. Mereka bunuh diri dengan meminum racun pestisida hanya karena persoalan sepele, seperti putus cinta atau dimarahi orang tua.

Dari catatan media ini, kasus pertama menimpa Wulan 16 Tahun siswi SMKN Hu’u 24 Januari 2019. Aksi nekad ini diduga karena dimarahi karena menghilangkan emas pemberian orang tua yang kini menjadi TKW diluar negeri.

Sebelum meminum racun korban sempat mengirim pesan melalui WA kesejumlah teman dan keluarganya, berusaha dicegat tapi terlambat korban sudah terlanjur menelan racun pestisida jenis Lanate.

Kasus kedua menimpa remaja putri 19 tahun Eka Wati yang terjadi 24 Januari 2019. Korban juga meminum racun Lanate disebuah toko tempatnya bekerja. Diduga korban nekad hanya gara-gara putus cinta.

Tak berselang lama dan dibulan yang sama 26 Pebruari 2019 kasus bunuh diri kembali terjadi. Korbanya adalah gadis belia FA 15 tahun pelajar SMP. Belum bisa dipastikan motif bunih diri terakhir ini dengan menenggak racun yang sama Lanate.

Rentetan kasus bunuh diri di Kecamatan Hu’u menghentakan pikiran publik Dompu. Ada apa sebenarnya sehingga anak-anak nekad mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Padahal ajaran agama manamun, terutama Agama Islam sangat tidak dibenarkan aksi bunuh diri, selain merugikan diri sendiri juga tindakan itu dilaknat oleh Allah SWT.

Anggota DPRD Dompu asal Kecamatan Hu’u Abdullah S Kel mengaku sangat heran atas prilaku nekad remaja putri diwilayah dapilnya itu. Dia sangat khawatirkan aksi nekad itu diinspirasi oleh kejadian-kejadian dimedia lain yang diakses melalui media sosial dan semacamnya.

Karena itu untuk mengantisipasi hal itu perlu benteng yang kuat, terutama menanamkan nilai-nilai keiamanan terhadap anak-anak. Bahwa sesudah meninggal masih ada pertanggungjawaban apa yang telah diperbuat didunia dihadapan Allah SWT. ”Bahwa diakhirat masih ada syurga dan neraka yang menanti dan itu untuk selamanya,” papar Abdullah.

Menurut politisi asal PKS ini peran orang tua, guru-guru sangat penting artinya dalam membentuk karakter anak-anak terutama menghadapi akhirat nanti. ”Karena dalam ajaran agama bunuh diri ganjaranya adalah Neraka dan disana tempat yang sangat pedih,” pungkasnya. (ADMIN)

Komentar