Bank NTB Syari’ah Dompu Bantu Salurkan Air Bersih ke Warga

27

DOMPU-PT Bank NTB Syari’ah Cabang Dompu beberapa hari terakhir ini membantu menyalurkan air bersih kesejumlah titik rawan kekeringan, terutama wilayah yang tak terjangkau pelayanan PDAM.

Penyaluran bantuan air bersih itu bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daearah (BPDB) setempat. Kamis kemarin, Pimpinan Bank NTB Syariah Cabang Dompu Syarif Hidayatullah dan Kepala BPBD Drs Imran Hasan turun kesejumlah lokasi memantau langsung penyaluran air bersih tersebut.

Pimpinan Bank NTB Syari’ah Dompu Syarif Hidayatullah menyatakan bantuan air bersih tersebut adalah salah satu kepedulian lembaganya dalam menghadapi krisis air yang dialami oleh sebahagian wilayah didaerah ini.

Diakuinya setiap tahun Bank NTB Cabang Dompu melakukan hal yang sama mengingat kebutuhan akan air bersih dibulan-bulan tertentu sangat dibutuhkan oleh masyarakat. ‘’Karena itu kita usulkan ke Bank NTB pusat agar krisis air bersih di Dompu dapat dibantu. Alhamdulillah melalui dana CSR kita bisa membantu masyarakat,’’ tuturnya.

Sementara sejumlah warga perumahan Buncu Utara Desa Matua Kecamatan Woja Dompu menyambut baik kedatangan tiga mobil tangki yang menyuplai air bersih kemarin siang. Mereka mengeluarkan ember, kentongan serta alat lain yang dapat menampung air dihalaman rumah masing-masing agar diisi air.

‘’Warga disini memang kekurangan air bersih, karena itu kami sangat berterima kasih atas bantuan Bank NTB,’’ ujar Hamudin mantan Kepala Dusun setempat.

Kepala BPBD Dompu Drs Imran M Hasan mengaku sangat berterima kasih terhadap Bank NTB yang dianggapnya sangat peduli terhadap kebutuhan dasar masyarakat yaitu air.

Turut sertanya Bank NTB membantu menyalurkan air bersih kewarga dapat meringankan beban BPBD lebih-lebih warga masyarakat yang membutuhkan. Sebab bila hanya mengandalkan bantuan BPBD dengan anggaran yang tersedia masih sangat jauh dari harapan. ‘’Ini benar-benar membantu kami dan warga yang membutuhkan,’’ paparnya.

Karena itu Imran berharap agar ada lembaga keuangan lain yang juga peduli terhadap ketersedian bantuan air didaerah ini. Diakui pula bahwa bulan agustus dan september ini adalah puncak kekeringan yang terjadi, karena itu dalam penangananya diprioritaskan pada wilayah-wilayah yang benar-benar sangat membutuhkan. (DB01)

 

Komentar