Dinsos Dompu Segera Cairkan JPS Terpijar Tahap Dua

22

 

DOMPU-Setelah sukses melaksanakan pencairan tahap pertama. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu melalui Dinas Sosial (Dinsos) saat ini tengah menyiapkan proses pencairan tahap dua terhadap bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Terpijar.

Proses persiapan yang dilakukan diantaranya pihak Dinsos Dompu kini telah merampungkan semua perbaikan data penerima bantuan yang sebelumnya dinilai kurang maksimal.

Terkait proses persiapan pencairan JPS Terpijar tahap dua tersebut, pihak Dinsos sejak kemarin menggelar pertemuan dengan bupati dan jajaran pemerintah kabupaten. “Pertemuan ini guna membahas dan melaporkan terkait persiapan pencairan JPS Terpijar,” ungkap Tajuddin HIR, SH, Kepala Dinas Sosial Dompu saat ditemui media ini.

Pada pencairan JPS Terpijar tahap dua, pihak Dinsos meyakini tidak ada masalah data ganda terhadap nama penerima. Hal itu pula tentu berbeda dengan kondisi pada pencairan tahap pertama dimana banyak terjadi data ganda atau dobel nama penerima dibeberapa wilayah desa. “Tahap dua ini satu nama satu bantuan. Jadi tidak lagi ada dobel nama. Data ini sudah valid dan siap dicairkan,” kata Tajudin.

Diakui Tajudin, terjadinya dobel nama penerima bantuan pada tahap pertama itu disebabkan karena adanya perbedaan waktu penyampaian data oleh masing-masing desa kelurahan dengan data yang disampaikan Dinsos.

Dan menurut dia, yang punya kewenangan untuk menentukan nama-nama dan tada penerima itu adalah oihak Kementrian Sosial. “Insya Allah akhir pekan ini mulai pencairan tahap dua JPS Terpijar,” ujarnya.

Meskipun adanya proses perbaikan data. Pihak Dinsos menegaskan bahwa tidak ada pengurangan jumlah penerima bantuan maupun nilai bantuan. Karena tetap nerdasarkan kuota yang ada seperti pada pencairan tahap pertama yakni dengan total 3.030 KPM. “Untuk JPS Gemilang dan BST sudah lakukan pencairan tahap dua. Dan JPS Terpijar segera menyusul,” tutur Tajudin HIR.

Adanya program ini adalah sebagai wujud tanggung jawab pemerintah terhadap nasib warganya akibat dampak pandemi Covid 19. (DB02)

Komentar