Ada satu kebiasaan yang saya pelihara hingga hari ini. Saya tidak mudah menyimpulkan. Bukan karena saya takut salah, tetapi karena saya percaya setiap persoalan selalu memiliki lebih dari satu sisi.
Di zaman ketika semua orang berlomba menjadi yang pertama berpendapat, saya justru memilih menjadi orang yang terakhir menyimpulkan.
Sebab kesimpulan yang lahir terlalu cepat sering kali hanya melihat apa yang tampak, bukan apa yang sebenarnya terjadi.
Karena itu, saya membiasakan diri menguji setiap pendapat.
Bukan hanya pendapat orang lain.
Tetapi juga pendapat saya sendiri.
Besar di Dompu, Asep Nana Mulyana Dipercaya Menjadi Wakil Jaksa Agung RI
Saya percaya, sebuah pendapat tidak menjadi benar hanya karena diucapkan oleh banyak orang. Sebaliknya, sebuah pendapat tidak otomatis salah hanya karena berbeda dari kebanyakan.
Yang membuat sebuah pendapat bernilai adalah kesediaan untuk diuji.
Semakin sering diuji, semakin terlihat kekuatannya.
Semakin takut diuji, semakin patut dipertanyakan.
Bagi saya, berpikir bukan tentang memenangkan perdebatan.
Berpikir adalah keberanian mengoreksi diri sebelum mengoreksi orang lain.
Mungkin karena itulah saya lebih senang mengajukan pertanyaan daripada tergesa-gesa memberikan jawaban.
Sebab saya percaya…
Kebenaran tidak pernah takut diuji.
Catatan Nalar
“Saya terbiasa menguji setiap pendapat, termasuk pendapat saya sendiri.”
— Abdul Muis













