Insiden Cabor PORPROV NTB XII Tak Sepenuhnya Tanggung Jawab KONI

Insieden Cabor Porprov NTB
Foto : Ketua KONI NTB Mori Hanafi (tengah)

MATARAM – Ketua Umum KONI NTB, H. Mori Hanafi, menegaskan insiden yang terjadi di sejumlah cabang olahraga (cabor) selama pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) NTB XII tidak seluruhnya menjadi kesalahan KONI NTB sebagai penyelenggara.

Menurut Mori, meski KONI bertanggung jawab atas penyelenggaraan PORPROV secara umum, persoalan yang berkaitan dengan teknis pertandingan merupakan kewenangan pengurus provinsi (Pengprov) masing-masing cabang olahraga.

“Kita akui memang ada insiden yang terjadi di beberapa cabor. Tapi dari apa yang terjadi, kesalahan itu tidak sepenuhnya ada di KONI,” kata Mori Hanafi.

Kabarnya, Ada Bonus Dijual Lebih Awal

Ia menjelaskan, KONI bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan PORPROV secara keseluruhan, termasuk aspek seperti akomodasi dan transportasi kontingen. Namun, pelaksanaan pertandingan di arena sepenuhnya berada di bawah kendali Pengprov cabang olahraga.

“Kalau menyangkut akomodasi dan transportasi, tentu KONI yang paling bertanggung jawab. Tetapi kalau persoalan teknis pertandingan di lapangan, itu menjadi kewenangan cabang olahraga,” ujarnya.

Menurut Mori, setiap Pengprov memiliki tanggung jawab mengelola pertandingan secara profesional, termasuk menyelesaikan keberatan atau sengketa yang muncul selama kompetisi berlangsung.

“Tidak semua hal teknis harus KONI yang disalahkan. Ada insiden teknis di satu daerah, ada protes di satu cabor, lalu semuanya diarahkan ke KONI. Padahal penyelesaian pertama ada di cabang olahraga,” katanya.

PORPROV NTB XII yang dibuka pada 16 Juli 2026 telah memasuki hari kedelapan pelaksanaan. Secara umum, pertandingan di berbagai cabang olahraga berlangsung aman dan lancar hingga proses penyerahan medali kepada para juara.

Senada dengan Mori, Ketua Persatuan Cricket Indonesia (PCI) NTB, Baiq Isvie Rupaeda, mengapresiasi seluruh pihak yang telah menjaga kelancaran penyelenggaraan PORPROV, termasuk pada cabang olahraga cricket yang telah menyelesaikan seluruh pertandingan tanpa kendala berarti.

Ia menilai setiap insiden yang terjadi perlu ditelusuri terlebih dahulu agar diketahui akar persoalannya dan tidak serta-merta menyalahkan KONI NTB.

“Saya kira tidak bisa serta merta harus KONI yang disalahkan dari setiap insiden itu. Pastinya dicari dulu sumber masalahnya di masing-masing cabor,” ujar Baiq Isvie.

Menurutnya, beberapa persoalan kemungkinan dipicu oleh kesalahpahaman terhadap aturan pertandingan atau mekanisme yang berlaku di cabang olahraga masing-masing, termasuk kemungkinan kurang optimalnya penyampaian informasi teknis kepada peserta.

Baiq Isvie menambahkan, mekanisme penyampaian keberatan sebenarnya telah tersedia, baik melalui perangkat pertandingan di tingkat cabang olahraga maupun kepada panitia penyelenggara jika diperlukan.

Ia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan penyelesaian sesuai mekanisme yang berlaku agar tidak menimbulkan keributan yang dapat mencoreng pelaksanaan PORPROV NTB XII.

“Keributan ini harus kita hindari, apalagi daerah kita menjadi tuan rumah PON,” katanya. (DB01)