Wisata Air Terjun Oi Marai Dibuka Kembali

56

DOMPU-Wabah Corona Diesese Virus (Covid 19) yang melanda beberapa bulan terakhir telah berdampak luas.

Salah satu sektor terdampak yakni pariwisata. Semua akses pariwisata ditutup secara resmi oleh pemerintah, tak terkecuali objek wisata yang ada di dalam kawasan Taman Nasional (TN) Tambora.

Sampai saat ini semua akses jalur pendakian di TN Tambora masih ditutup oleh pihak Balai Taman Nasional (BTN) Tambora.

Meski demikian, kabar gembira kini mulai menghampiri para pecinta wisata adventure. Awal bulan Juli ini, pihak BTN Tambora mulai membuka kembali jadwal kunjungan objek wisata Oi Marai. “Awal Juli Oi Marai resmi kita buka kembali,” kata Kepala Balai Taman Nasional Tambora, Murlan Dameria Pane, dikonfirmasi media ini, Jumat (26/06) sore tadi.

Dibuka kembalinya akses wisata air terjun Oi Marai tersebut merupakan kebijakan dari pihak Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Namun kebijakan itu pula oleh pihak BTN Tambora tidak menyertakan dengan membuka jalur pendakian di kawasan Taman Nasional Tambora. “Tahap awal Oi Marai dulu. Untuk jalur pendakian masih kita tutup. Sembari menunggu situasi pulih kembali, ” ujar Murlan.

Bagi pengunjung yang hendak berwisata ke Oi Marai diwajibkan mengikuti ketentuan protokol kesehatan, diantaranya menggunakan masker, mencuci tangan atau menggunakan Handsenitiser dan tidak diperkenankan untuk bergerombol.

Selain itu, petugas di pintu masuk Oi Marai akan melakukan pengecekan suhu tubuh dengan Thermogun terhadap para pengunjung. “Kita juga menyemprotkan cairan disinfekten dibeberapa sarana di Oi Marai. Ini semua sebagai upaya pencegahan, tujuannya demi keamanan bersama,” tutur Murlan.

Untuk operasional wisata Oi Marai, pihak TN Tambora memberlakukan jadwal kunjungan mulai dari hari Rabu sampai Minggu.

Sementara hari Senin dan Selasa digunakan untuk kegiatan Clean Up atau pembersihan dan penataan kawasan Oi Marai.

Sedangkan untuk jam kunjungan dibuka dari pukul 09.00 pagi sampai pukul 15.00 siang. Guna menghindari kerumunan di objek wisata, para pengunjung dibatasi hanya selama 4 jam berada di lokasi. “Kegiatan camping dan menginap belum bisa. Kita hanya buka kunjungan harian saja,” tutur Murlan. (DB02)

Komentar