Mahasiswa Digratiskan Biaya Rapid Tes

37

 

DOMPU-Menyusul penetapan zona hijau terhadap dampak wabah Virus Corona Diasese (Covid 19) di Kabupaten Dompu, NTB saat ini.

Kabar gembira menghampiri sejumlah pelajar dan mahasiswa asal Bumi Nggahi Rawi Pahu terutama yang menimba ilmu di luar daerah.

Pasca terjadinya darurat Corona. Pemerintah mengeluarkan kebijakan secara nasional yakni menghentikan aktifitas kuliah dan kegiatan belajar secara langsung dan mengganti dengan sistim belajar online dari rumah.

Alhasil kebijakan tersebut memaksa sejumlah mahasiswa dan pelajar untuk kembali ke daerah Asal masing-masing.
Kondisi ini pula yang dialami mahasiswa dan pelajar di Kabupaten Dompu.

Bagi mahasiswa dan pelajar yang akan berangkat kembali ke kota study nya, mereka akan mendapat keringanan dari pemerintah yakni mendapatkan pelayanan secara gratis terhadap biaya Rapid Test.

Keterangan sehat dan tidak terjangkit virus corona melalui Rapid Tes itu merupakan salah satu syarat yang wajib dilengkapi bagi seseorang atau warga yang akan bepergian ke luar daerah.

Karena hal tersebut juga telah menjadi salah satu ketentuan yang diberlakukan pihak Bandar Udara dan pelabuhan penyebrangan. “Khusus mahasiswa dan pelajar digratiskan. Rapid tes nya tidak dipungut biaya,” kata Jufri ST, Sekretaris Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, Kabupaten Dompu.

Kebijakan itu menurut Jufri dilaksanakan sebagai upaya menindaklanjuti ketentuan secara nasional yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. “Ya ini salah satu upaya pemerintah menyemangati mahasiswa untuk kembali mengemban ilmu,” tuturnya.

Meski demikian, masyarakat umum tidak serta merta bisa menikmati layanan gratis untuk pemeriksaan Rapid Tes dimaksud. “Nanti ada kategori nya. Apakah warga miskin, tidak mampu atau sebaliknya,” jelasnya.

Untuk memperoleh layanan pemeriksaan Rapid Tes, pihak pemerintah menyediakan tempat dimasing-masing Puskesmas di tiap kecamatan. Dan pada kantor Dinas Kesehatan (Dikes) Dompu.

Bagi masyarakat umum yang akan melakukan Rapid Tes dikenakan biaya berkisar Rp 400 ribu hingga Rp 600 ribu rupiah. (DB02).

Komentar