ATLANTA – Jam pertandingan baru berjalan beberapa detik ketika nyanyian puluhan ribu pendukung Argentina dan Inggris saling bersahutan memenuhi Stadion Atlanta.
Oleh : Abdul Muis-Dompubicara
Tidak ada yang mau kalah. Di tribun, perang suara dimulai. Di lapangan, perang sesungguhnya baru akan berlangsung.
Rivalitas yang telah berlangsung puluhan tahun itu kembali menemukan panggungnya. Bukan di perempat final, bukan pula di fase grup. Kali ini taruhannya jauh lebih besar: satu tiket menuju final Piala Dunia 2026.
Wasit Ismail Elfath meniup peluit pembuka. Inggris langsung mengambil inisiatif. Jude Bellingham bergerak bebas dari lini kedua, sementara Harry Kane beberapa kali turun menjemput bola untuk membuka ruang bagi Anthony Gordon dan Morgan Rogers.
Argentina tidak terpancing. Mereka memilih memainkan bola dari kaki ke kaki, menunggu celah sebelum menyerang.
Setiap kali Lionel Messi menguasai bola, riuh stadion langsung berubah menjadi gemuruh. Pendukung Argentina berdiri. Pendukung Inggris menahan napas.
Messi Belum Mau Pulang : Analisa Argentina Vs Inggris
Babak pertama berlangsung seperti permainan catur. Inggris beberapa kali mengancam melalui pergerakan Bellingham, tetapi Emiliano Martínez masih terlalu tenang di bawah mistar. Di sisi lain, Messi mencoba membangun serangan bersama Enzo Fernández dan Alexis Mac Allister, namun disiplin pertahanan Inggris membuat peluang bersih sulit tercipta.
Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan meningkat tajam. Thomas Tuchel meminta anak asuhnya bermain lebih agresif. Keputusan itu membuahkan hasil pada menit ke-55.
Anthony Gordon berhasil memecah kebuntuan. Serangan cepat Inggris membuat pertahanan Argentina kehilangan bentuk. Gordon menyelesaikan peluang dengan dingin dan membawa The Three Lions unggul 1-0.
Tribun pendukung Inggris meledak. Thomas Tuchel mengepalkan tangan. Para pemain Argentina saling memandang. Untuk pertama kalinya malam itu, juara bertahan berada di ujung jurang.
Namun Argentina tidak panik. Lionel Scaloni meminta para pemainnya tetap memainkan ritme mereka. Messi mulai lebih sering turun ke lini tengah. Enzo Fernández mengambil alih kendali permainan. Bola terus mengalir dari kaki ke kaki.
Waktu terus berjalan. Menit ke-70. Menit ke-75. Menit ke-80.
Harapan Inggris semakin besar. Tetapi sepak bola sering kali berubah hanya dalam satu momen. Menit ke-85. Enzo Fernández menerima bola di luar kotak penalti. Tanpa banyak berpikir, gelandang Argentina itu melepaskan tendangan keras yang meluncur melewati Jordan Pickford.
Gol.
Seluruh tribun pendukung Argentina berguncang. Lagu Muchachos kembali menggema di Stadion Atlanta. Skor berubah menjadi 1-1.
Pertandingan yang tampak akan menjadi milik Inggris kembali terbuka. Inggris mencoba merespons. Harry Kane terus mencari ruang. Bukayo Saka dan pemain pengganti lainnya dimasukkan untuk menambah daya gedor.
Namun justru ketika pertandingan memasuki masa tambahan waktu, Argentina memberikan pukulan terakhir. Menit 90+2. Messi memperoleh ruang di sisi kanan. Ia mengangkat kepala. Mengirim umpan silang yang terukur ke jantung pertahanan Inggris. Lautaro Martínez datang dari belakang tanpa pengawalan. Sundulannya menghujam gawang Pickford.
Gol.
Argentina berbalik unggul 2-1. Tribun biru-putih berubah menjadi lautan kegembiraan. Sebagian suporter menangis. Sebagian lagi saling berpelukan.
Sementara di sisi lain stadion, ribuan pendukung Inggris hanya mampu terdiam menyaksikan mimpi mereka kembali sirna.
Peluit panjang akhirnya berbunyi. Para pemain Argentina berhamburan ke lapangan. Messi dipeluk satu per satu oleh rekan-rekannya.
Emiliano Martínez berlutut sambil mengepalkan tangan. Lionel Scaloni tersenyum lega di tepi lapangan. Sebaliknya, pemain-pemain Inggris berjalan tertunduk.
Mereka sudah begitu dekat dengan final pertama sejak 1966. Namun sepak bola sekali lagi mengajarkan bahwa pertandingan belum berakhir sebelum peluit panjang berbunyi.
Argentina menang 2-1. Comeback dramatis itu membawa Albiceleste kembali ke final Piala Dunia, sekaligus membuka peluang mempertahankan gelar juara dunia. Di partai puncak, mereka akan menghadapi Spanyol yang sehari sebelumnya menyingkirkan Prancis.
Jalannya Pertandingan
Semifinal Piala Dunia 2026
Inggris 1-2 Argentina
Pencetak gol:
55′ Anthony Gordon (Inggris)
85′ Enzo Fernández (Argentina)
90+2′ Lautaro Martínez (Argentina)
Venue: Stadion Atlanta, Amerika Serikat
Wasit: Ismail Elfath
Lolos ke Final: Argentina vs Spanyol
Sepak bola memang hanya mengenal pemenang dan pecundang.
Tetapi malam di Atlanta membuktikan satu hal.
Selama Lionel Messi masih berada di lapangan, pertandingan belum pernah benar-benar selesai. (*)









