DOMPUBICARA – Hotel Grand Elty Krakatoa Resort di Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, diproyeksikan menjadi arena pertandingan cabang olahraga catur pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XIV Tahun 2027 di Provinsi Lampung.
Venue ini menawarkan suasana yang berbeda dibandingkan cabang olahraga lain. Berada di kawasan wisata pantai yang tenang, Hotel Grand Elty Krakatoa dinilai memiliki lingkungan yang ideal bagi pertandingan catur yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
Resort ini dilengkapi hotel, vila, ruang pertemuan, restoran, kolam renang, hingga kawasan pantai dalam satu kompleks. Pemandangan Selat Sunda dengan latar Gunung Rajabasa menjadi nilai tambah yang jarang dimiliki arena pertandingan olahraga pada umumnya.
Namun, di balik kenyamanan tersebut, terdapat tantangan yang patut menjadi perhatian.
Sebagian besar cabang olahraga Porwanas XIV dipusatkan di Kota Bandar Lampung. Sementara Grand Elty Krakatoa berada di Kalianda dengan jarak sekitar 52 kilometer atau sekitar 50–60 menit perjalanan darat dari ibu kota provinsi.
Jarak tersebut berpotensi mempengaruhi tradisi khas Porwanas, yakni kebiasaan atlet wartawan saling mengunjungi arena cabang olahraga lain untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan satu kontingen maupun menjalin silaturahmi dengan peserta dari berbagai provinsi.
Selama ini, suasana kekeluargaan menjadi salah satu ciri khas Porwanas. Seusai bertanding, atlet catur kerap menyaksikan pertandingan futsal, tenis meja, bulu tangkis, atau cabang olahraga lainnya. Sebaliknya, atlet dari cabang lain juga datang ke arena catur untuk memberikan semangat kepada para pecatur.
Mengenal Ardiansyah Si Raja Pikir Tercepat, Raih Emas Pertama Dompu di Porprov NTB
Dengan lokasi venue yang terpisah cukup jauh, intensitas interaksi tersebut diperkirakan akan berkurang apabila tidak didukung transportasi antarlokasi yang memadai.
Meski demikian, pemusatan seluruh pecatur dalam satu kawasan resort juga memiliki keuntungan tersendiri. Suasana yang tenang memungkinkan para atlet lebih fokus menghadapi pertandingan sekaligus mempererat hubungan antarsesama pecatur dari berbagai daerah.
Bagi Kontingen Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat, cabang olahraga catur tetap menjadi salah satu andalan untuk mendulang prestasi.
Pada Porwanas sebelumnya, kontingen NTB berhasil membawa pulang dua medali emas, satu medali perak, dan lima medali perunggu. Catatan tersebut menjadi modal berharga sekaligus motivasi menghadapi Porwanas XIV di Lampung.
Pada edisi kali ini, panitia kembali menyediakan 40 keping medali, terdiri atas 10 medali emas, 10 medali perak, dan 20 medali perunggu yang akan diperebutkan para pecatur wartawan dari seluruh Indonesia.
Kontingen NTB menargetkan minimal mampu mempertahankan raihan medali pada Porwanas sebelumnya. Bahkan, dengan persiapan yang lebih matang, target peningkatan jumlah medali menjadi harapan yang realistis untuk diwujudkan.
Karena itu, selain kesiapan teknis para atlet, adaptasi terhadap venue pertandingan dan pengaturan mobilitas selama berada di Lampung juga akan menjadi bagian penting dalam upaya NTB menjaga bahkan meningkatkan prestasi pada ajang olahraga wartawan paling bergengsi di Indonesia tersebut. (Abdul Muis)









