Hal Paling Kuat di Dunia Bukan Uang atau Kekuasaan, tetapi Cara Berpikir. Ada orang yang memiliki banyak uang, tetapi tidak tahu untuk apa kekayaannya digunakan.
Oleh : Abdul Muis
Ada orang yang memiliki kekuasaan, tetapi tidak tahu ke mana harus membawa orang-orang yang dipimpinnya.
Ada pula orang yang tidak memiliki keduanya, tetapi mampu melihat sesuatu dengan cara yang berbeda, menemukan jalan ketika orang lain melihat jalan buntu, dan memengaruhi orang lain hanya melalui gagasan.
Di situlah letak kekuatan cara berpikir. Uang memang penting. Kekuasaan juga memiliki pengaruh besar. Tetapi keduanya pada dasarnya hanyalah alat.
Yang menentukan bagaimana alat itu digunakan adalah manusia yang memegangnya. Dan bagaimana seseorang menggunakan sesuatu sangat ditentukan oleh cara berpikirnya.
Tenaga Membuat Kita Mampu Melakukan. Pikiran Membuat Kita Tahu Mengapa. Manusia sejak dahulu menggunakan tenaga untuk bertahan hidup.
Kita bekerja, membangun, mengangkat, bergerak, dan menghasilkan sesuatu dengan tenaga.
Tetapi peradaban tidak berkembang hanya karena manusia menjadi lebih kuat. Peradaban berkembang ketika manusia mulai berpikir.
Kenapa Kita Sering Ingat Masa Lalu Saat Mendengar Lagu Lama?
Seseorang menemukan cara agar pekerjaan yang berat menjadi lebih ringan. Seseorang menemukan cara agar perjalanan yang jauh menjadi lebih cepat. Seseorang mempertanyakan sesuatu yang selama ini dianggap biasa, kemudian menemukan kemungkinan baru.
Perbedaannya sederhana. Tenaga membuat kita mampu melakukan sesuatu. Tetapi pikiran membuat kita bertanya: “Apakah ada cara yang lebih baik?”
Pertanyaan sederhana semacam itulah yang sering menjadi awal dari perubahan.
Orang yang Berpikir Tidak Selalu Mengikuti Jalan yang Sudah Ada
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan dua macam manusia.
Ada yang bertanya:
“Apa yang harus saya lakukan?”
Dan ada yang bertanya:
“Mengapa saya harus melakukan itu?”
Keduanya terlihat sederhana, tetapi sebenarnya menunjukkan perbedaan cara berpikir.
Orang pertama mencari instruksi. Orang kedua mencari pemahaman. Bukan berarti orang yang mengikuti aturan selalu salah. Aturan tetap diperlukan. Tetapi masyarakat akan sulit berkembang apabila semua orang hanya menerima sesuatu tanpa pernah bertanya mengapa.
Berpikir bukan berarti selalu membantah. Berpikir berarti berani memeriksa.
Memeriksa informasi.
Memeriksa alasan.
Memeriksa keyakinan sendiri.
Bahkan memeriksa sesuatu yang selama ini kita anggap benar.
Karena kadang-kadang yang paling sulit untuk dipertanyakan bukan pendapat orang lain, melainkan pendapat kita sendiri.
Hari ini manusia tidak kekurangan informasi. Justru sebaliknya. Setiap hari kita menerima begitu banyak informasi melalui telepon genggam, media sosial, berita, video, dan berbagai percakapan.
Tetapi banyak informasi tidak otomatis membuat manusia lebih bijaksana. Sebab mengetahui sesuatu berbeda dengan memahami sesuatu. Dan memahami sesuatu berbeda dengan mampu berpikir tentang sesuatu.
Kita bisa membaca banyak berita tanpa memahami persoalannya. Kita bisa melihat banyak pendapat tanpa mengetahui mana yang memiliki dasar. Kita bahkan bisa mengulang sebuah informasi berkali-kali sampai akhirnya merasa bahwa informasi tersebut pasti benar.
Di sinilah kemampuan berpikir menjadi semakin penting. Bukan untuk membuat kita merasa lebih pintar daripada orang lain. Tetapi agar kita tidak mudah dibawa oleh pikiran orang lain.
Dua orang dapat melihat peristiwa yang sama dan menghasilkan kesimpulan yang berbeda. Bukan selalu karena salah satu tidak mengetahui faktanya.
Bisa jadi karena mereka memiliki cara melihat yang berbeda. Seseorang melihat kegagalan sebagai akhir. Orang lain melihatnya sebagai pelajaran.
Seseorang melihat kritik sebagai serangan. Orang lain melihatnya sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri. Seseorang melihat perbedaan sebagai ancaman. Orang lain melihatnya sebagai kesempatan untuk memahami sesuatu yang belum pernah ia lihat.
Peristiwanya sama. Yang berbeda adalah cara berpikir. Karena itu, mungkin salah satu investasi terbesar dalam kehidupan bukan hanya bagaimana kita memperoleh lebih banyak uang atau kedudukan, tetapi bagaimana kita memperbaiki cara berpikir kita.
Ada anggapan bahwa gagasan besar harus lahir dari tempat yang besar. Seolah-olah untuk berbicara tentang Indonesia, seseorang harus berada di Jakarta.
Untuk memiliki pemikiran yang luas, seseorang harus hidup di pusat perkembangan. Saya tidak sepenuhnya percaya pada anggapan itu. Sebuah gagasan tidak mengenal alamat.
Seseorang dapat tinggal di kota kecil, tetapi pikirannya berjalan jauh. Ia dapat membaca persoalan lokal sambil memahami persoalan nasional. Ia dapat melihat kehidupan di sekitarnya dan menemukan sesuatu yang sebenarnya dialami banyak orang di tempat lain.
Justru terkadang jarak dari pusat memberikan sudut pandang yang berbeda. Kita bisa melihat sesuatu tanpa terlalu larut dalam hiruk-pikuk pusat perhatian.
Dan mungkin dari tempat yang jauh dari pusat itulah muncul pertanyaan-pertanyaan yang selama ini tidak banyak ditanyakan.
Karena Itu, Belajarlah Berpikir
Kita boleh mengejar uang. Kita boleh mengejar jabatan. Kita boleh mengejar keberhasilan. Semua itu bagian dari kehidupan.
Tetapi jangan lupa membangun sesuatu yang lebih mendasar: kemampuan berpikir. Belajarlah membedakan fakta dan pendapat. Belajarlah bertanya sebelum percaya. Belajarlah mendengar sebelum menyimpulkan. Belajarlah mengubah pendapat ketika menemukan alasan yang lebih kuat.
Kenapa Kopi Terasa Lebih Nikmat Saat Diminum Sambil Ngobrol?
Dan yang paling penting, belajarlah untuk tidak takut berpikir berbeda. Sebab orang yang berpikir tidak selalu menjadi orang yang paling cepat. Tetapi ia memiliki kemungkinan untuk menemukan jalan yang tidak dilihat orang lain.
Pada akhirnya, uang bisa hilang. Kekuasaan bisa berpindah. Jabatan bisa berakhir. Tetapi cara berpikir yang baik akan terus mengikuti seseorang ke mana pun ia pergi.
Hal paling kuat di dunia mungkin bukan apa yang kita miliki, melainkan bagaimana kita menggunakan pikiran untuk memahami apa yang kita miliki.
Dan mungkin, dari situlah perubahan selalu dimulai. (*)






