SPBU Manggelewa ‘Sekarat’

0

DOMPU—Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) Manggelewa diduga tengah sekarat. SPBU Plat merah milik pemerintah itu belakangan ini tak beroperasi lagi, tulisan yang terpampang dengan menyolok ‘Maaf bensin habis’ sebagai jawaban setiap pengendara dua roda, empat yang datang untuk mengisi BBM.

Pantauan langsung di SPBU terkait tak ada aktifitas apapun disana, yang terlihat sebuah papan pengumuman tentang posisi BBM habis yang kondisinya juga miring nyaris ambruk.

Diduga SPBU yang dikelola oleh Perusahaan Daerah Kapoda Rawi ini mengalami krisis keuangan yang sangat serius sehingga tak bisa beroperasi. Terlebih bangunan SPBU yang ditender tidak kokoh dan mengalami kerusakan pada konstruksi lantai sehingga manajemen harus mengeluarkan biaya tinggi untuk menanggulanginya.

Sementara Kepala Perusahaan Daerah (Perusda) Kapoda Rawi, Muh. Nasrun Hanif, SE, MM membantah SPBU Manggelewa mengalami krisis keuangan.Kondisi keuangan SPBU diakui masih stabil.‘’Kami memang mengalami kerugian. Namun, kerugian tidak sampai mematikan usaha. Keuangan SPBU sampai saat ini masih stabil untuk melanjutkan usaha,” ungkap Nasrun Hanif pada Radar Tambora di Dompu, Senin (13/10) kemarin.

Ia mengakui, bahwa dalam beberapa pekan terakhir SPBU tidak beroperasi. Hal itu disebabkan, karena saat ini menajemen SPBU sedang dalam pemeriksa rutin oleh Inspektorat. ‘’Setelah proses pemeriksaan berakhir, SPBU akan kembali beroperasi normal. Kemungkinan besok (hari ini,red) pemeriksaan akan berakhir,” jelasnya.

Terhadap sejumlah persoalan yang menimpa SPBU selama ini, diakui, belum sampai membuat perusahaan bangkrut. Musibah bercampurnya air dalam tangki minyak masih bisa diatasi dengan baik. ‘’Saat air dan minyak bercampur kita tidak mengalami kerugian. Karena air yang masuk dalam tangki berhasil kita pompa keluar,” katanya.

Begitu pula, ketika terjadi kesalahan dalam pengisian tangki. Dimana tangki solar dimasukan bensin, kemudian tangki bensin dimasukan solar diakui Nasrun, tidak membuat Perusda merugi. Kondisi itu bisa diatasi dengan cara-cara tekhnis oleh petugas SPBU. ‘’Kami terus melakukan upaya perbaikan terhadap sejumlah persoalan yang menimpa SPBU,” tuturnya.   

Pria yang pernah menjabat sebagai Kabag Ekonomi ini menyadari, pada tahun 2013 lalu, Perusda belum mampu memberikan konstribusi positif bagi daerah, berupa penyetoran deviden. Namun, ia merasa optimis dalam beberapa tahun kedepan Perusda bisa memberikan keuntungan bagi pemerintah daerah. ‘’Kita berharap kepada pemerintah untuk tetap bersabar dulu. Karena kami saat ini terus berupaya untuk memperbaiki kualitas menajemen,” ujarnya.

Komentar