Sosialisasi Harga Jagung, Perusahaan Dan Petani Salin Tawar

376

DOMPU-Sosialisasi harga jagung oleh PT Segar di Kantor Desa Nusa Jaya, Kecamatan Manggelewa berlangsung alot, Selasa (15/3). Pasalnya, harga jagung yang dipatok oleh PT Segar tidak sesuai dengan permintaan petani setempat.

Manager Pelaksana PT Segar, Daniel mengatakan, naik turunnya harga jagung tergantung pada kadar air (KA). Untuk harga jagung kering dengan KA 17,6-18,0 persen dibanderol dengan harga Rp 2.850 per Kilogram. Harga tersebut diberlakukan untuk masa panen tahun ini. “Harga tersebut juga termasuk harga gudang,” terang Daniel di depan para petani.

Harga yang dipatok oleh pihak PT Segar tidak diterima oleh petani. Menurut mereka, harga itu jauh di bawah standar dan tidak memberikan keuntungan bagi petani. “Harga yang dipatok sangat jauh dari harapan kami sebagai petani,” terang Nurpiah, seorang petani jagung asal Desa Nusa Jaya.

Kendati begitu, dia meminta kepada PT Segar agar menaikkan harga jagung kering gudang jadi Rp 3.400 per kilogram. Menurut dia, harga itu cukup memberikan keuntungan bagi para petani jagung.

Sementara itu, Kepala Desa Nusa jaya Sar’i mengaku, harga jagung yang dipatok oleh PT Segar saat ini sangat merugikan petani. Sebab kata dia, petani tidak akan mendapat keuntungan dari harga RP 2.850 per Kilogram dengan KA 17,6 persen.

Sementara KA 24,1-25,0 persen dihargai Rp 2.400 per Kilogram. “Harga itu sangat jauh dari harapan petani,” sesalnya.

Dia mengaharapkan kepada pemerintah agar memikirkan bagaimana keberlangsungan usaha petani. Sebab, jika petani yang terus dirugikan, tentu muncul kekawatira petani untuk kembali menanam jagung. “Saya berharap masa panen kali ini diberikan harga yang pantas untuk para petani,” tutupnya.

Komentar